Leclerc Akhiri Paceklik Kemenangan, Ferrari Kuasai Silverstone

Ferrari tampil dominan sejak start, sementara Kimi Antonelli yang memulai dari pole justru gagal finis di zona poin akibat masalah teknis. Strategi Ferrari terbukti paling jitu dan membuat persaingan gelar juara dunia kembali memanas.
WWW.JERNIH.CO – Ferrari akhirnya kembali merasakan manisnya kemenangan lewat pembalap andalannya, Charles Leclerc, yang finis pertama pada Grand Prix Inggris 2026 di Sirkuit Silverstone. Kemenangan ini terasa begitu spesial karena bukan hanya mengakhiri paceklik kemenangan Leclerc, tetapi juga memperlihatkan bahwa Ferrari mulai mampu mengalahkan Mercedes dalam duel strategi maupun kecepatan balap.
Leclerc tampil luar biasa sejak lampu start padam. Meski polesitter dipegang Kimi Antonelli, pembalap asal Monako itu langsung melesat di Tikungan 1 dan mengambil alih pimpinan lomba. Rekan setimnya, Lewis Hamilton, juga ikut menyalip Antonelli sehingga Ferrari langsung menguasai posisi satu-dua pada lap pembuka. Namun ada sedikit hal bagi Hamilton yang terciduk sedikit mencuri start sehingga harus menerima penalty.
Sejak saat itu Leclerc mampu menjaga ritme balapan hingga akhirnya mengibarkan bendera finis sebagai pemenang. Kemenangan di Silverstone ini juga mengakhiri penantian panjang Leclerc.
Ini merupakan kemenangan pertamanya sejak musim 2024, sekaligus menjadi kemenangan kesembilan sepanjang kariernya di Formula 1. Selama lebih dari satu musim penuh, Ferrari beberapa kali memiliki mobil yang kompetitif, tetapi sering kehilangan peluang akibat strategi yang kurang tepat, masalah reliabilitas, maupun performa Mercedes dan McLaren yang lebih konsisten.
Yang paling menyedihkan adalah nasib Antonelli. Setelah tampil luar biasa sepanjang akhir pekan dengan memenangi Sprint Race dan merebut pole position, banyak yang memprediksi pembalap muda Mercedes itu akan kembali berjaya seperti saat GP Spanyol. Namun kenyataan di hari balapan sangat berbeda.
Antonelli kehilangan posisi sejak start karena kedua Ferrari melakukan peluncuran yang jauh lebih baik. Setelah itu, ia terus berusaha mengejar, tetapi mengalami masalah teknis pada bagian pelindung roda (wheel shield/bodywork) di sisi depan mobilnya setelah menghantam kerb.

Kerusakan tersebut membuat aerodinamika mobil berubah drastis sehingga kecepatannya langsung merosot. Mobil Mercedes miliknya tidak lagi memiliki grip maupun stabilitas yang cukup untuk menantang Ferrari. Ia akhirnya terlempar jauh dari persaingan dan gagal meraih poin.
Masalah ini berbeda dengan GP Spanyol ketika Mercedes mampu menjaga degradasi ban dan keseimbangan mobil sepanjang lomba. Di Silverstone, justru reliabilitas menjadi penyebab utama kegagalan Antonelli, bukan semata-mata karena strategi atau kesalahan pembalap.
Ferrari menjadi tim yang paling sukses membaca jalannya balapan. Mereka langsung memanfaatkan start yang sempurna untuk menguasai posisi terdepan. Setelah itu, Hamilton berperan penting dengan menahan laju para pesaing sehingga Leclerc dapat membangun jarak aman.
Ketika Safety Car keluar akibat kecelakaan Max Verstappen, Ferrari memilih memanggil Leclerc dan Hamilton masuk pit untuk ban yang lebih segar. Walaupun Hamilton kehilangan posisi kedua dari George Russell yang tetap bertahan di lintasan, keputusan tersebut memastikan Leclerc tetap aman memimpin hingga finis.
Mercedes sebenarnya menjalankan strategi yang cukup baik melalui Russell. Keputusan tidak melakukan pit stop saat Safety Car membuat Russell naik ke posisi kedua. Namun strategi tersebut tidak cukup untuk mengejar Leclerc karena balapan justru berakhir di belakang Safety Car setelah terjadi kecelakaan Verstappen dan adanya kekeliruan sistem yang membuat restart tidak pernah terjadi.
Bagi Ferrari, hasil ini bisa menjadi titik balik musim 2026. Selain mengamankan kemenangan pertama Leclerc dalam hampir dua tahun, mereka juga membawa pulang podium ganda lewat Hamilton yang finis ketiga. Sebaliknya, Mercedes harus puas karena hanya Russell yang naik podium, sementara Antonelli—yang sebelumnya tampak tak terbendung—gagal mencetak poin akibat kerusakan mobil. Hasil tersebut membuat persaingan gelar juara dunia kembali memanas karena keunggulan Antonelli di klasemen mulai terpangkas.(*)
BACA JUGA: F1 Spanyol; Kembalinya Kejayaan Hamilton dan Patah Hati Antonelli






