Sanus

Kemenkes: Waspadai Pelaku Perjalanan Bawa Cacar Monyet

Kemenkes kini tengah melakukan revisi pedoman pencegahan dan pengendalian cacar monyet dengan menyesuaikan situasi dan update WHO.

JERNIH-Merebaknya cacar monyet atau monkeypox di berbagai negara, membuat Kementerian Kesehatan meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko penularan dengan mengingatkan untuk mewaspadai para pelaku perjalanan domestik maupun mancanegara di dalam negeri.

“Upaya kewaspadaan yang dilakukan Indonesia, di antaranya dengan menyiapkan surat edaran untuk meningkatkan kewaspadaan, baik di wilayah dan kantor kesehatan pelabuhan, termasuk untuk dinas kesehatan, rumah sakit dan sebagainya,” kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan Mohammad Syahril, pada Selasa (24/5/2022).

Syahril juga menyebut jika hingga saat ini kasus cacar monyet di Indonesia masih nihil. Untuk itu ia menghimbau masyarakat untuk tetap mewaspadai penularan cacar monyet.

baca juga: Ini Beda Cacar Biasa dan Cacar Monyet Menurut WHO

Menurut pria yang juga menjabat sebagai Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso, saat ini penyakit cacar monyet banyak dilaporkan dari sejumlah negara non-endemi, seperti Australia, Belgia, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Portugal, Spanyol, Swedia, Inggris dan Amerika Serikat.

“Total kasus konfirmasi yang dilaporkan secara global berjumlah 40 kasus, probable satu kasus dan suspek 61 kasus. Belum ada kasus kematian akibat cacar monyet,” katanya.

“Sebagian kasus berhubungan dengan adanya keikutsertaan pada pertemuan besar yang dapat meningkatkan risiko kontak, baik melalui lesi, cairan tubuh, droplet dan benda yang terkontaminasi,” katanya.

Kemenkes kini tengah melakukan revisi pedoman pencegahan dan pengendalian cacar monyet dengan menyesuaikan situasi dan update WHO yang berisi mengenai surveilans, tata laksana klinis, komunikasi risiko, hingga pengelolaan laboratorium.

“Kemenkes juga mempersiapkan kapasitas laboratorium pemeriksaan dan rujukan,” katanya.

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) melaporkan per 21 Mei 2022, situasi global, cacar monyet menjadi penyakit yang memerlukan perhatian masyarakat global. Dalam laporan tersebut juga disebut sebagian besar kasus yang dilaporkan berasal dari pasien yang tidak memiliki riwayat perjalanan ke negara-negara endemi.

Negara endemi yang dimaksud, di antaranya Benin, Sudan Selatan, Ghana, Kamerun, Republik Afrika Tengah, Republik Demokratik Kongo, Gabon, Pantai Gading, Liberia, Nigeria dan Sierra Leone. (tvl)

Back to top button