Crispy

Pakai Hijab Berkeringat dan Bau, Kain Ini Bisa Jadi Solusi

Jakarta – Perempuan berhijab seringkali mengalami masalah dengan keringat yang kemudian menempel pada kain yang dikenakannya. Apalagi di Indonesia sebagai negara tropis membuat orang akan mudah berkeringat saat beraktivitas.

Keringat tersebut tentu akan menimbulkan bau tak sedap. Akibatnya sering tidak pede dan tentu saja tak nyaman. Namun industri tekstil dan pakaian muslimah sudah mengantisipasinya dengan kain antibakteri sehingga dapat mengurangi bau keringat. Selain itu, kain jenis ini juga halal.

Produsen kain Deliatex yang beroperasi lebih dari 50 tahun ini, baru saja meluncurkan produk kain yang diklaim memiliki teknologi anti bakteri yang dikembangkan khusus untuk perempuan berhijab di Indonesia.

“Sebelumnya kita memproduksi bahan kerudung Ultrafine. Banyak yang suka dengan kerudung ini karena bahannya yang sangat halus dan nyaman dipakai. Yang kami inginkan adalah membuat kain yang dapat memenuhi kebutuhan konsumen dari segi kenyamanan, modis dan juga fungsinya,” kata Marketing Executive Daliatex, Devina Unjoto, dalam keterangan tertulis kepada, baru-baru ini.

Ia mengatakan pada saat berkeringat, bakteri akan mudah untuk bertumbuh dan bakteri-bakteri tersebut akan menimbulkan bau yang kurang sedap, teknologi anti bakteri ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk masalah ini.

“Bahan Hijab dan ciput anti bakteri yang diformulasikan kain ultrafine ini kami harapkan dapat digunakan oleh para perempuan yang gemar berolahraga atau beraktifitas di luar ruangan karena dengan adanya teknologi ini maka akan mengurangi bau keringat dan juga mengurangi resiko timbulnya jerawat pada kulit yang diakibatkan oleh bakteri,” tutupnya.

Selain itu, kain hijab ini dijamin halal karena sudah mengantongi sertifikasi halal dari MUI. Kain halal yang dimaksud adalah bahan dan komponen yang dipakai untuk membuat sampai menghasilkan kain hijab antibakteri ini semua dijamin halal. [Zin]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close