Crispy

Tiga Tersangka Sunda Empire Waras, Polisi Lanjutkan Penyidikan

BANDUNG – Tiga petinggi Sunda Empire yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus penyebaran kabar bohong telah dinyatakan sehat jiwa alias tak mengalami gangguan jiwa. Karena itu, Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat memastikan penyidikan terhadap ketiga tersangka akan terus dilanjutkan.

Ketiga tersangka itu yakni Raden Rangga alias HRH Rangga sebagai Sekretaris Jenderal, Nasri Banks selaku Perdana Menteri atau Grand Prime Minister, dan Rd Ratna Ningrum selaku kaisar atau ibunda ratu agung.

“Dari ketiga suspect (tersangka) Sunda Empire tidak mengalami gangguan jiwa, dan layak untuk disidik atau penyidikan bisa dilanjutkan,” ujar Kabidhumas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Saptono Erlangga Waskitoroso, di Bandung, Rabu (19/2/2020). 

Ia menambahkan, Kepolisian tidak lagi melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap kondisi kejiwaan para tersangka. Walau begitu, pihaknya  masih menunggu hasil koordinasi dengan Kedutaan Besar (Kedubes) Swiss terkait klaim kekayaan Sunda Empire pada salah satu bank di Swiss.

“Deposito masih tunggu dari kedutaan Swiss,” katanya.

Sunda Empire sebelumnya, mengklaim memiliki kekayaan senilai 500 juta dolar Amerika dalam bentuk deposito di Bank DBS Swiss. Hal itulah yang membuat petinggi kerajaan fiktif ini membujuk orang-orang untuk bergabung.

Sebelumnya, Kepolisian menyebut penahanan ketiganya dijerat dengan Pasal 14 dan atau 15 Undang-undang nomor 1 tahun 1946 tentang penyiaran berita bohong yang menimbulkan keonaran. Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik Subdit I Direktorat Reserse Kriminal Umum melakukan serangkaian penyelidikan dan penyidikan.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Suhartiyono, menjelaskan klaim-klaim Sunda Empire selama ini tidak benar alias sandiwara. Bahkan penjelasan mereka tak masuk diakal.

Contoh beberapa klaim seperti yang diutarakan Rangga Sasana, soal lokasi pendirian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organization/NATO) di Isola komplek Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

“Dalam beberapa hal lain lagi, pengakuan Sunda Empire memiliki dana sebesar 500 juta USD. Penyidik sangkal tidak benar, apalagi Nato, Pentagon, Bank Dunia, PBB berdiri di Isola,” katanya. [Fan]

Back to top button