Moron

Dari Mana Datangnya Urban Legend? Dari Sewa yang tak Bisa Diperpanjang

JAKARTA—Kisah ini tentu saja lemah bila dilihat dari kacamata jurnalistik. Ceritanya sukar dikonfirmasi. Bukan karena figur-figur yang terlibat sudah tak ada lagi di kehidupan dunia. Tapi pasti mereka akan menolak berkomentar, kalau pun tidak membantahnya.

Sejak beberapa tahun lalu di Bandung beredar urban legend, alias cerita horror  seputar kota, tentang sebuah bangunan seram di Jalan Dayang Sumbi, Kota Bandung. Kabarnya, sebelumnya bangunan itu adalah sebuah resto yang ramai, dagangannya laris dibeli orang.

Sampai kemudian tiba-tiba restoran itu tutup. Gedungnya tak lagi ditempati dan kemudian seolah dibiarkan kosong bertahun-tahun. Sebelum gedung itu kemudian menjadi bangunan kosong, pernah ia masuk sebuah program televisi seputar dunia ghaib yang hits waktu itu. Sejak itulah, gedung itu ‘resmi’ menjadi sebuah situs horror di Bandung.     

Baru-baru ini saya bertemu seorang teman, yang dalam aliran kopi dan ngecoblak yang tak berkeputusan, akhirnya bercerita soal situs horror di Jalan Dayang Sumbi itu.

“Sebenarnya, awalnya justru lucu,” kata dia. “Nggak ada itu kuntilanak atau penampakan segala rupa sebagaimana yang diceritakan di program tv yang juga diunggah di laman video gratis itu.”

Urusan awalnya, kata teman saya itu, tak lebih dari soal sewa-menyewa. Si empunya resto—dia teman dari teman saya itu, ternyata bukan pemilik Gedung. Ia hanya menyewa gedung itu dari seseorang, yang mungkin karena melihat resto itu semakin ramai dan laris, dari tahun ke tahun terus menaikkan tarif sewa.

“Sebenarnya teman saya oke-oke saja, asal masih menguntungkan,” kata dia. Di tahun-tahun akhir itu, si pemilik warung tak lagi menaikkan tarif sewa. Ia bahkan mogok tak mau menyewakan lagi gedungnya. “Alasannya macam-macam, mau dibikin bisnis inilah, itulah..”

Konon, dalam upaya untuk tetap mempertahankan eksistensi restorannya itu, pemilik resto bahkan sempat menawarkan harga sewa yang tinggi. Sayang, si pemilik mungkin kena sifat Gordon Gecko, yang diperankan Michael Douglas dalam ‘Wall Street’, kemaruk bin serakah. Ia bergeming.

Nah, saat masih dalam masa penyewaan itulah, tiba-tiba teman saya tak sengaja menonton tayangan hiburan yang melibatkan cerita perhantu-jin-genderuwo-an itu.

“Teman saya, pemilik resto itu bahkan bilang,” Nih, di sini saya pernah lihat Kuntilanak tergantung cekikikan, entah melihat apa yang lucu. Di sini—saat di-shoot di bagian lain gedung, bilang di sana ada penampakan tuyul dan gergasi,” kata teman saya, mukanya tak menyembunyikan keinginan untuk tertawa.

Dia bilang, saat itu juga diteleponnya temannya si empunya resto. Apa jawab dia. “Biarin deh, dari pada resek begini, mendingan gua blesekkin aja tempat ini sekalian!”

Nah, ternyata jin dan mambang tak hanya bisa diundang. Mereka juga bisa difitnah! [ ]  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close