Gianluca Scamacca dan Asa Italia di Panggung Liga Champions 2026

Di tengah gugurnya raksasa-raksasa Serie A, Gianluca Scamacca muncul sebagai pahlawan tunggal yang menjaga martabat sepak bola Italia. Siapa dia?
WWW.JERNIH.CO – Kemenangan dramatis Atalanta atas Borussia Dortmund pada Kamis (26/2/2026) dini hari WIB menorehkan lahirnya pahlawan baru bagi publik Bergamo. Adalah Gianluca Scamacca yang tampil luar biasa dengan mencetak gol pembuka yang memicu semangat juang timnya untuk membalikkan agregat dari 0-2 menjadi kemenangan total 4-1 (agregat 4-3).
Di atas rumput Gewiss Stadium, Scamacca membuktikan bahwa dirinya adalah striker yang mampu memikul beban di pundak saat tim sedang terpojok.
Hingga laga krusial melawan Borussia Dortmund pada 25 Februari 2026 itu, Gianluca Scamacca telah membuktikan ketajamannya dengan mengoleksi total 3 gol dan 1 assist dalam 8 pertandingan Liga Champions musim 2025/2026. Gol-gol itu adalah penentu momen penting, mulai dari sumbangan satu gol dalam kemenangan tandang 3-0 atas Eintracht Frankfurt hingga menjadi pahlawan penentu saat menumbangkan Chelsea 2-1 di Bergamo.
Puncaknya, gol kilatnya di menit ke-5 pada leg kedua play-off melawan Dortmund menjadi pemantik semangat comeback spektakuler Atalanta yang akhirnya menang telak 4-1 dan melaju ke babak 16 besar.

Kontribusi Scamacca di panggung Eropa musim ini menegaskan statusnya sebagai pemain spesialis laga besar yang sangat diandalkan oleh Gian Piero Gasperini. Dari total 10 gol yang telah ia sarangkan di berbagai kompetisi domestik dan kontinental, gol-gol di Liga Champions memiliki bobot emosional dan strategis yang jauh lebih tinggi karena sering lahir saat menghadapi raksasa Eropa.
Dengan gugurnya wakil Italia lainnya seperti Inter Milan dan Juventus, ketajaman Scamacca kini menjadi tumpuan tunggal dan harapan terakhir bagi publik Serie A untuk tetap eksis di kasta tertinggi sepak bola Eropa.
Scamacca adalah sosok striker unik dengan kombinasi fisik yang tangguh (tinggi 195 cm) dan teknik kaki yang halus. Lahir di Roma pada 1999, ia memulai karier mudanya di akademi Lazio dan AS Roma sebelum melakukan langkah berani pindah ke PSV Eindhoven di Belanda saat remaja demi mencari menit bermain. Karakter Scamacca yang tidak takut tantangan terlihat jelas dalam perjalanan kariernya yang sempat berpindah-pindah klub, mulai dari Sassuolo, Genoa, hingga sempat mencicipi kerasnya Premier League bersama West Ham United.
Keputusannya untuk kembali ke Italia dan bergabung dengan Atalanta di bawah asuhan Gian Piero Gasperini pada 2023 terbukti sangat tepat. Scamacca bertransformasi dari sekadar talenta potensial menjadi penyerang haus gol yang klinis. Ketajamannya membawa Atalanta menjuarai Liga Europa musim lalu, dan kini ia kembali menjadi aktor utama yang membawa klub berjuluk La Dea itu melangkah lebih jauh di Liga Champions.
Atalanta kini sendirian mewakii Italia di 16 besar Liga Champions. Scamacca cs adalah tumpuan harapan tidak saja bagi publik Bergamo, melainkan juga bagi seluruh pecinta sepak bola Italia.
Di tengah rontoknya klub-klub besar Serie A, Atalanta menunjukkan bahwa determinasi dan skema permainan yang matang mampu berbicara banyak di level tertinggi Eropa. Kini, dunia akan menanti apakah Scamacca dan “Si Dewi” bisa melanjutkan kejutan mereka melawan raksasa-raksasa Eropa lainnya di babak 16 besar.(*)
BACA JUGA: Rekapitulasi Menuju Babak Liga Champions UEFA 16 Besar






