Sia-Sia Mencari Bayang

Sudahi tuduhan kalian, karena itulah cara membenturkan kami dengan rakyat, mencoreng perjuangan.
Kuadukan dadaku pada laras dan caci,
bukan demi kursi atau selembar belas kasihan.
Kami turun ke jalan membawa lapar yang nyata,
tapi kalian sebut kami boneka yang digerakkan tali.
Makar! Pekik kalian dari gedung tinggi yang ber-AC,
menuduh kami hendak merobohkan tiang negara.
Kalian bilang kami ditunggangi kepentingan asing,
seolah otak kami kosong tak bisa mengeja ketidakadilan.
Disebutnya kami antek ideologi kiri yang terlarang,
lalu esoknya dituduh membawa agenda radikal kanan.
Semua cap kalian tempel di jidat kami yang berkeringat,
hanya untuk menutup borok ketidakmampuan yang makin bernanah.
Kami dituduh haus kekuasaan dan ditunggangi oposisi,
padahal bapakmu di pasar menjerit karena harga mencekik leher.
Kalian sibuk merangkai konspirasi di atas meja marmer,
sementara rakyat mengunyah janji-janji busuk yang basi.
Tuduhlah! Kuliti kami dengan segala label busukmu!
Sebab murninya perlawanan ini takkan luntur oleh ludah fitnah.
Kami adalah anak-anak kandung dari rahim ibu pertiwi yang diperkosa,
bergerak karena nurani, mati pun kami sudi demi tegaknya kebenaran!
Andra Nuryadi






