CrispyVeritas

Higgsfield AI, Startup “Sutradara” Pintar yang Kini Bernilai Rp21,5 Triliun

Bayangkan bisa membuat video iklan kelas dunia hanya dari coretan sketsa dan perintah teks sederhana. Itulah yang ditawarkan oleh Higgsfield AI, platform video generatif yang kini sedang naik daun.

WWW.JERNIH.CO –  Dunia kecerdasan buatan kembali diguncang oleh kehadiran Higgsfield AI, sebuah startup berbasis di San Francisco yang kini menjadi primadona baru di industri video generatif.

Berbeda dengan platform AI video konvensional yang sering kali menghasilkan visual secara acak berdasarkan keberuntungan prompt, Higgsfield AI hadir sebagai solusi bagi para profesional yang menginginkan kualitas sinematik dengan kendali yang sangat presisi.

Platform ini memberikan kebebasan bagi penggunanya untuk tidak sekadar menjadi pemberi instruksi teks, melainkan bertindak sebagai “sutradara” penuh yang mampu mengatur gerakan kamera, ekspresi karakter, hingga alur visual yang mendetail.

Sebagai platform AI Video Generator yang dirancang khusus untuk kreator konten dan agensi pemasaran, Higgsfield menawarkan fitur revolusioner yang mendefinisikan ulang batas kreativitas.

Salah satu fitur unggulannya adalah Draw-to-Video, di mana pengguna dapat menggambar sketsa sederhana atau menggunakan garis arah untuk menentukan bagaimana sebuah objek harus bergerak dalam ruang tiga dimensi.

Tak hanya itu, tersedia lebih dari 50 gerakan kamera profesional—seperti dolly zoom, crane shots, hingga FPV arcs—yang dipadukan dengan alat pengeditan mutakhir bernama SOUL Inpaint. Fitur ini memungkinkan pengguna mengubah detail spesifik dalam video, seperti mengganti pakaian atau latar belakang, dengan konsistensi visual yang tetap terjaga sempurna di setiap frame.

Dalam peta persaingan teknologi, Higgsfield AI berdiri sejajar dengan raksasa seperti OpenAI Sora dan Runway Gen-3 Alpha. Namun, Higgsfield memiliki keunggulan kompetitif yang nyata melalui pendekatan workflow end-to-end yang sangat efisien.

 Alih-alih hanya berfokus pada estetika gambar, platform ini mengutamakan “Video Reasoning” atau pemahaman mendalam terhadap struktur adegan. Hal ini membuatnya sangat ideal untuk pembuatan konten media sosial (TikTok dan Reels) berkat dukungan model “Turbo” yang mampu memproses video berkualitas tinggi dalam hitungan detik.

Keunggulan teknis inilah yang membuat Higgsfield dianggap lebih dari sekadar generator video, melainkan studio produksi digital yang lengkap.

Kesuksesan luar biasa Higgsfield AI tidak lepas dari tangan dingin para pendirinya yang merupakan veteran industri AI. Dipimpin oleh Alex Mashrabov selaku CEO—mantan Direktur Generative AI di Snap Inc. yang pernah menjual perusahaan sebelumnya, AI Factory, senilai Rp2,75 triliun —perusahaan ini dibangun dengan fondasi teknis yang solid bersama Yerzat Dulat dan Mahi de Silva.

Rekam jejak mereka yang mumpuni dalam membangun teknologi komersial memberikan kepercayaan diri besar bagi para investor global untuk mengucurkan modal besar ke dalam proyek ambisius ini.

Kepercayaan tersebut tercermin dalam pencapaian finansial yang fantastis pada awal tahun 2026. Higgsfield AI resmi menyandang status Unicorn dengan valuasi menembus Rp21,58 triliun.

Dukungan pendanaan sebesar Rp2,29 triliun mengalir dari jajaran investor elit seperti Accel, Menlo Ventures, GFT Ventures, dan AI Capital Partners. Bahkan, putaran pendanaan besar pada September 2025 yang dipimpin oleh GFT Ventures sendiri mencapai nilai Rp830 miliar.

Investor lain seperti NextEquity Partners, BroadLight Capital, BITKRAFT Ventures, hingga tokoh berpengaruh seperti Ilya Gelfenbeyn (pendiri API.ai/Google Assistant), turut memperkuat posisi perusahaan di pasar global.

Pertumbuhan bisnis Higgsfield AI pun mencatatkan sejarah baru di Silicon Valley. Hanya dalam waktu kurang dari satu tahun sejak peluncuran produknya, perusahaan ini berhasil meraup angka pendapatan tahunan (ARR) sebesar Rp3,32 triliun.

Para investor melihat potensi besar dalam teknologi Higgsfield yang mampu memahami struktur adegan secara logis, menjadikannya alat yang sangat berharga bagi kebutuhan pemasaran profesional. Dengan valuasi yang terus meroket dan ekosistem yang semakin matang, Higgsfield AI kini bukan lagi sekadar pesaing, melainkan pemimpin baru yang menetapkan standar tinggi dalam revolusi video berbasis kecerdasan buatan.(*)

BACA JUGA: Startup Malaysia Luncurkan Kondom Unisex Pertama di Dunia

Back to top button