Israel Langgar Gencatan Senjata, 776 Jenazah Dievakuasi dari Reruntuhan Gaza dengan Total Korban Tewas Tembus 72 Ribu

JERNIH – Kementerian Kesehatan Gaza merilis data terbaru mengenai jumlah korban jiwa akibat agresi berkepanjangan di wilayah kantong tersebut. Meski perjanjian gencatan senjata telah disepakati dan berlaku sejak 11 Oktober 2025 lalu, pasukan militer Israel dilaporkan terus melakukan pelanggaran di berbagai titik wilayah Gaza.
Berdasarkan laporan resmi pada Selasa (19/5/2026), otoritas kesehatan mencatat akumulasi angka kematian yang sangat masif di lapangan. Sejak Gencatan Senjata (11 Oktober): Tercatat total 880 warga gugur dan 2.605 lainnya mengalami luka-luka. Selain itu, sebanyak 776 jenazah baru berhasil dievakuasi dari bawah puing-puing bangunan yang hancur.
Korban tewas secara keseluruhan sejak 7 Oktober 2023d i Jalur Gaza kini telah melonjak drastis hingga menyentuh angka 72.772 jiwa, sementara korban luka-luka menembus 172.707 orang.
Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan situasi di rumah sakit-rumah sakit distrik tetap menerima gelombang korban baru akibat pelanggaran berkala oleh militer Israel.
Dalam kurun waktu 24 jam terakhir, tiga korban gugur dan tiga korban luka tiba di fasilitas medis. Dari tiga korban tewas tersebut, dua di antaranya merupakan korban dari serangan baru, sedangkan satu lainnya meninggal dunia setelah berjuang melewati masa kritis akibat luka dari serangan sebelumnya.
Mengutip laporan Al Mayadeen di Gaza ada eberapa titik pelanggaran militer Israel yang terjadi belakangan ini. Sejumlah nelayan Palestina dilaporkan terluka setelah kapal perang Angkatan Laut Israel melepaskan tembakan di lepas pantai Kota Khan Younis, Gaza Selatan.
Beberapa warga Palestina mengalami luka-luka akibat serangan udara jet tempur Israel yang menghantam lingkungan al-Zaytoun, bagian tenggara Kota Gaza. Satu orang tewas dan satu lainnya terluka setelah sebuah pesawat nirawak (drone) Israel melancarkan serangan di dekat bundaran Bani Suheila, timur Khan Younis.
Dapur Umum Kemanusiaan Jadi Sasaran Rudal
Salah satu insiden paling tragis terjadi pada 17 Mei lalu, ketika pasukan pendudukan Israel secara sengaja membom sebuah dapur umum yang beroperasi di dekat Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa di Deir al-Balah, Gaza Tengah. Serangan udara ini menewaskan tiga warga Palestina seketika.
Tindakan ini menambah panjang daftar infrastruktur kemanusiaan dan titik distribusi pangan sipil yang menjadi target penghancuran sistematis oleh militer Israel selama masa pengepungan.
Pada hari yang sama (17 Mei), rangkaian serangan udara dan artileri menyasar wilayah sipil lainnya. Drone Israel membom kerumunan warga sipil di timur kamp pengungsian al-Bureij, serta melancarkan serangan di pusat Khan Younis yang menewaskan satu orang.
Pasukan darat Israel juga membom sebuah tenda pengungsian di dekat Jalan Roni di kawasan al-Mawasi, Khan Younis, yang menimbulkan korban jiwa dan luka-luka sementara penembakan artileri berat mengguncang wilayah timur Khan Younis. Peristiwa lainnya yakni warga sipil yang tengah berada di luar Toko Roti Al-Yazji lama di wilayah Tal al-Hawa (selatan Kota Gaza) ditembaki, menyebabkan sembilan orang terluka dengan satu di antaranya dalam kondisi kritis.
Secara total, pihak rumah sakit di Gaza menerima sedikitnya enam jenazah warga Palestina yang tewas akibat rentetan serangan sepanjang tanggal 17 Mei tersebut, termasuk seorang korban yang mengembuskan napas terakhir di Beit Lahia, Gaza Utara, akibat luka parah dari serangan terdahulu.






