Crispy

Musim Kondangan Tiba! Animo Nikah Membludak, Layanan KUA Dijamin Tetap ‘Sat-Set’ Meski WFA

JERNIH – Gema takbir Lebaran baru saja berlalu, namun keriuhan di Kantor Urusan Agama (KUA) justru baru dimulai. Fenomena “banjir pengantin” di bulan Syawal kembali menjadi tren yang tak terbendung. Tahun ini, ratusan ribu pasangan di seluruh Indonesia bersiap mengucap janji suci, memanfaatkan momentum bulan baik pasca-Hari Raya.

Data statistik tiga tahun terakhir (2023–2025) menunjukkan tren yang konsisten: angka pernikahan melonjak drastis hingga menyentuh angka 667.000 pencatatan setiap memasuki bulan Syawal. Animo masyarakat untuk memulai hidup baru setelah Lebaran ternyata jauh lebih tinggi dibandingkan bulan-bulan lainnya.

Di tengah lonjakan permintaan ini, ada tantangan unik bagi birokrasi tahun ini yakni kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang sedang diterapkan pemerintah. Namun, calon pengantin tak perlu galau. Kementerian Agama (Kemenag) menjamin bahwa urusan administrasi hingga prosesi akad nikah tidak akan terhambat seujung kuku pun.

Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag RI, Thobib Al Asyhar, memastikan kualitas layanan tetap menjadi prioritas utama meski petugas bekerja secara fleksibel.

“Kami memastikan layanan KUA di seluruh Indonesia tetap berjalan. Kebijakan WFA tidak mengganggu layanan yang bersifat langsung seperti pencatatan pernikahan,” tegas Thobib di Jakarta, Rabu (25/3/2026).

Bagaimana caranya KUA tetap “gas pol” di musim sibuk ini? Ternyata Kemenag menerapkan pola kerja adaptif. Petugas KUA tetap siaga secara bergiliran untuk melayani tatap muka, sehingga calon pengantin tetap bisa berkonsultasi langsung atau melaksanakan akad di kantor.

Selain itu, transformasi digital menjadi “pahlawan” di balik layar. Kini, masyarakat tidak perlu lagi bolak-balik ke kantor hanya untuk mendaftar. Pendaftaran secara online, bisa dilakukan dari mana saja, kapan saja.

Selain itu sistem berbasis daring meminimalisir pungli dan mempercepat verifikasi dokumen mencerminkan transparansi. Kemenag juga menjamin standar pelayanan digital sama kualitasnya dengan layanan tatap muka.

Bagi banyak pasangan, Syawal bukan sekadar soal kalender, tapi soal keberkahan dan kumpul keluarga besar yang masih dalam suasana Idulfitri. Dengan kesiapan sistem digital dan petugas yang tetap siaga, lonjakan pernikahan tahun ini diharapkan bisa terlayani dengan maksimal.

“Masyarakat tidak perlu khawatir. Seluruh layanan KUA tetap berjalan dengan standar pelayanan yang sama,” tambah Thobib.

Back to top button