Crispy

Peabo Bryson, Sang ‘Pangeran Duet’ dan Pengisi Suara “A Whole New World” Tutup Usia

Peabo Bryson, legenda R&B pemilik suara emas di balik lagu ikonis Beauty and The Beast dan A Whole New World, meninggal dunia di usia 75 tahun setelah berjuang melawan stroke. Ia meninggalkan warisan karya romantis yang abadi lintas generasi.

WWW.JERNIH.CO –  Si pemilik pribadi rendah hati penembang “Beauty and The Beast” bersama Celine Dion itu telah tiada. Peabo Bryson, penyanyi legendaris R&B, soul, dan salah satu balladeer pria paling ikonik di dunia, mengembuskan napas terakhirnya.

Suara emasnya yang telah menemani berbagai generasi melalui momen-momen penuh cinta kini telah abadi di panggung langit.

Peabo Bryson meninggal dunia pada hari Selasa, 2 Juni 2026, sekitar pukul 17.00 waktu setempat di Marietta, Georgia, Amerika Serikat. Sang maestro wafat pada usia 75 tahun.

Terkait penyebab kematiannya, pihak keluarga mengonfirmasi bahwa Bryson meninggal dunia setelah berjuang melawan penyakit stroke yang menyerangnya pada akhir Mei 2026.

Sebelum berpulang, ia sempat mendapatkan perawatan medis intensif. Pihak perwakilan sempat menyatakan bahwa kondisinya stabil dan responsif, namun takdir berkata lain; ia akhirnya berpulang dengan damai dikelilingi oleh keluarga dan orang-orang tercinta. Kepergiannya ini terjadi beberapa tahun setelah ia sempat bertahan dari serangan jantung ringan pada tahun 2019 silam.

Hingga akhir hayatnya, Bryson meninggalkan catatan karier yang luar biasa bersih dan dihormati di industri musik.

Ia tetap tercatat sebagai salah satu dari sedikit penyanyi pria yang berhasil memenangkan dua penghargaan Grammy berturut-turut lewat lagu soundtrack animasi Disney yang fenomenal.

Dalam rilis resminya, keluarga Bryson menyampaikan catatan menyentuh, “Selama lebih dari lima dekade, suara luar biasa Peabo telah menjadi soundtrack bagi momen-momen paling berharga dalam hidup. Musiknya membawa lintas generasi melewati perayaan yang penuh sukacita, kisah cinta yang hebat, serta momen kenyamanan dan inspirasi yang abadi.”

Bryson meninggalkan istrinya, Tanya Boniface Bryson, seorang anak laki-laki bernama Robert, seorang putri bernama Linda Bryson, serta tiga orang cucu.

Nama Peabo Bryson tidak akan pernah bisa dilepaskan dari lagu-lagu romantis bertempo lambat (ballad) yang menyentuh kalbu. Sepanjang kariernya, ia dijuluki sebagai salah satu “Pangeran Duet” terbaik di industri musik dunia. Julukan ini bukan tanpa alasan, melainkan karena kemampuan luar biasanya dalam membangun chemistry vokal yang magis dan mendalam setiap kali dipasangkan dengan penyanyi wanita papan atas.

Jauh sebelum mendominasi panggung internasional lewat lagu tema film, Bryson telah meletakkan fondasi yang kuat di industri musik sejak era 70-an. Karya-karya awalnya seperti “Feel the Fire” dan “I’m So Into You” sukses menjadi pelopor di jalurnya. Lagu-lagu tersebut terbukti menjadi pilar penting yang membentuk sekaligus mematangkan sub-genre musik R&B romantis yang kini kita kenal luas sebagai Quiet Storm.

Karier Bryson semakin melejit memasuki era 80-an dengan deretan mahakarya yang melegenda. Pada tahun 1983, berkolaborasi dengan Roberta Flack, ia merilis “Tonight, I Celebrate My Love” yang langsung bertransformasi menjadi lagu wajib pernikahan global sekaligus menjadi hit crossover R&B-Pop pertama yang sangat masif. Setahun setelahnya, pada 1984, Bryson membuktikan kekuatan vokal solonya lewat lagu “If Ever You’re in My Arms Again” yang sukses merajai posisi puncak tangga lagu Adult Contemporary Billboard.

Memasuki dekade 90-an, taring Bryson di dunia musik R&B justru semakin tajam dan tak tergoyahkan. Pada tahun 1991, ia meluncurkan lagu solo penuh penghayatan bertajuk “Can You Stop the Rain”. Lagu ini tidak hanya berhasil meraih posisi nomor satu di tangga lagu R&B Billboard, tetapi juga mengantarkan sang maestro mendapatkan nominasi di ajang bergengsi Grammy Award, mempertegas posisinya sebagai raja lagu galau yang elegan.

Puncak popularitas global Bryson yang paling ikonik tercatat melalui kolaborasinya bersama raksasa hiburan Disney pada tahun 1992. Duet legendarisnya bersama Celine Dion dalam lagu “Beauty and the Beast” sukses memenangkan Grammy Award pada tahun 1993 dan menjadi salah satu soundtrack paling membekas sepanjang sejarah sinema.

Di tahun yang sama, ia kembali menggebrak dunia bersama Regina Belle lewat “A Whole New World” untuk film Aladdin. Lagu tema ini tidak hanya membuahkan Grammy keesokan tahunnya, tetapi juga mengukir sejarah besar karena sempat meruntuhkan dominasi lagu “I Will Always Love You” milik Whitney Houston di puncak Billboard Hot 100.(*)

BACA JUGA: Queen of Rock ‘n’ Roll Tina Turner Meninggal Dunia Pada Usia 83 Tahun

Back to top button