
Tragedi paling memalukan bagi lembaga baru yang disebut ujung tombak masa depan bangsa. Dr. Dadan Hindayana (akademisi IPB), Letjen (Purn.) Lodewyk Pusung (mantan Asops Panglima TNI), dan Irjen (Purn.) Sony Sonjaya (purnawirawan Polri) resmi jadi tersangka korupsi.
WWW.JERNIH.CO – Penersangkaan tiga pucuk pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) adalah tragedi korupsi paling memalukan untuk sebuah lembaga negara yang disebut-sebut sebagai ujung tombak lahirnya generasi emas.
Sejak awal berdirinya BGN sekaligus pelaksnaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah sarat dengan bermacam kontroversi. Alih-alih menyelesaikan segala dugaan pelencengan, BGN malah terus mencuatkan sub-sub program yang kurang relevan dengan program utama.
Misalnya saja motor listrik sebanyak 21.800 unit hingga senilai Rp 1 triliun lebih. Lantas 32.000 pasang sepatu maupun 31.000 unit tablet yang tidak sesuai kebutuhan operasional di lapangan yang juga di-mark up.
Pemerintah Prabowo pun buru-buru mencoret tiga ketua dan wakil ketua sebelum Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan penggeledahan dan pemeriksaan ke BGN. Mereka adalah Dr. Dadan Hindayana, Mayjen Lodewyk Pusung dan Irjen Sony Sonjaya.
Mari simak rekam jejak tiga tersangka ini;
Dr. Ir. Dadan Hindayana
Mantan Kepala BGN pertama. Lahir di Garut pada 10 Juli 1967. Merupakan pakar entomologi (ilmu serangga) dan akademisi terkemuka dari IPB University. Meraih gelar sarjana di IPB (1990) sebagai lulusan terbaik dan menyandang gelar Doktor dari Leibniz Universität Hannover, Jerman (2000).
Ia aktif sebagai dosen dan peneliti di Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian IPB. Tanpa dasar keilmuan terkait program MBG ia lalu terpilih menjadi kepala BGN.
Letjen TNI (Purn.) Lodewyk Pusung
Mantan Wakil Kepala BGN Bidang Pengembangan Organisasi dan Hubungan Kelembagaan. Lahir di Minahasa Utara pada 27 September 1960. Lulusan Akmil 1985 (Infanteri) dan purnawirawan bintang tiga (Letjen) setelah mendapat kenaikan pangkat istimewa dari Presiden Prabowo.
Memiliki rekam jejak operasi di Timor Timur, Papua, dan Aceh. Jabatan militernya meliputi Kasdam VI/Mulawarman, Pangdivif 1/Kostrad, Pangdam I/Bukit Barisan, dan Asops Panglima TNI. Sebelum di BGN, ia juga sempat menjadi Staf Ahli di Kementerian Pertanian (2024).
Irjen Pol. (Purn.) Sony Sonjaya, S.I.K.
Mantan Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi. Lulusan Akpol 1991 (seangkatan dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo). Memiliki spesialisasi di bidang reserse dan hukum dengan riwayat jabatan strategis, antara lain: Kapolres Bandung, Dirreskrimum & Dirreskrimsus Polda Aceh, serta Kabagrenopsnal Robinopsnal Bareskrim Polri.
Kini ketiganya mesti mengenakan rompi pink.(*)
BACA JUGA: Usai Dadan Hindayana Dicopot, Kejagung Geledah Kantor BGN





