Crispy

Pembagian Dividen BMRI 2026 Tembus Rp 44,47 Triliun, Simak Jadwal Lengkapnya

Bank Mandiri (BMRI) kembali membuktikan gelar “Raja Dividen” di tahun 2026. Dengan payout ratio mencapai 79%, total dana yang dibagikan mencapai puluhan triliun rupiah.

WWW.JERNIH.CO –  PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) kembali mempertegas posisinya sebagai salah satu emiten “Raja Dividen” di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2026.

Berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), bank berlogo pita emas ini secara resmi mengumumkan pembagian dividen jumbo yang bersumber dari laba bersih tahun buku 2025. Langkah ini menjadi sinyal positif bagi para investor yang mengandalkan strategi dividend investing di tengah dinamika pasar modal global.

Besaran dividen yang dibagikan pada tahun 2026 ini tidak terlepas dari performa gemilang Bank Mandiri sepanjang tahun 2025. Perseroan berhasil membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp56,3 triliun, tumbuh tipis namun stabil dibandingkan tahun sebelumnya.

Pertumbuhan ini ditopang oleh penyaluran kredit yang ekspansif mencapai Rp1.894,98 triliun (naik 13,4% yoy) serta efisiensi biaya dana melalui optimalisasi dana murah (CASA) yang mencapai porsi 70,8% dari total Dana Pihak Ketiga (DPK).

Pada tahun 2026, Bank Mandiri menetapkan Dividend Payout Ratio (DPR) yang sangat progresif, yakni sebesar 79% dari total laba bersih. Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan rasio tahun lalu yang berada di level 78%. Secara nominal, total nilai dividen yang dialokasikan mencapai Rp44,47 triliun.

Adapun rincian pembagiannya per lembar saham yaitu;

Total Dividen per Saham: Estimasi sekitar Rp477 per saham.

Dividen Interim: Sebesar Rp100 per saham telah dibayarkan pada 14 Januari 2026.

Dividen Final: Sisa sebesar Rp377 per saham yang akan dibayarkan setelah RUPST April 2026.

Dengan harga saham BMRI yang bergerak di kisaran Rp5.100 – Rp5.300 pada periode pengumuman, para pemegang saham berpotensi menikmati dividend yield total yang sangat menggiurkan, yakni di kisaran 8,4% hingga 8,5%.

Bagi investor yang membidik dividen final ini, sangat penting untuk mencatat jadwal krusial yang diawali dengan masa Cum Dividen di pasar reguler dan negosiasi yang diperkirakan jatuh pada minggu kedua Mei 2026.

Segera setelah itu, masa Ex Dividen akan berlangsung satu hari kerja berikutnya, yang menjadi batas penentu apakah seorang investor masih berhak atas distribusi laba tersebut atau tidak.

Tahapan selanjutnya memasuki proses administrasi yakni Recording Date atau pendataan daftar pemegang saham yang dijadwalkan pada pertengahan Mei 2026.

Sebagai puncaknya, para investor akan menerima distribusi dana tunai pada tanggal pembayaran yang diprediksi jatuh di akhir Mei atau awal Juni 2026, menandai selesainya seluruh rangkaian siklus pembagian dividen Bank Mandiri untuk tahun buku ini.

Selain memanjakan pemegang saham dengan dividen tunai, RUPST 2026 juga menyetujui rencana strategis berupa pembelian kembali saham (buyback) dengan nilai maksimal Rp1,16 triliun. Langkah ini diambil manajemen untuk menjaga stabilitas harga saham di tengah volatilitas pasar dan memberikan sinyal bahwa valuasi BMRI saat ini masih tergolong murah (undervalued) jika dibandingkan dengan fundamentalnya yang kuat.(*)

BACA JUGA: BCA Rebut Mahkota Laba, Rekor Dividen per Saham di Tengah Goyahnya Raksasa Himbara

Back to top button