Crispy

Peringatan HUT ke-44 Revolusi Islam Iran di Jakarta Dihadiri Jusuf Kalla dan Ratusan Hadirin

Di mata Iran, kata Dubes, Indonesia adalah salah satu negara gerakan nonblok yang dengan politik bebas aktifnya selalu berusaha hadir secara aktif untuk memiliki andil dalam menyelesaikan masalah di berbagai wilayah di dunia.

JERNIH–Di tengah masih menghangatnya tensi politik di negaranya, Kedutaan Besar Iran di Jakarta menggelar peringatan ke-44 Kemenangan Revolusi Islam yang menjadi penanda berdirinya Republik Islam di negara itu. Pada peringatan yang digelar di Hotel Borobudur tersebut, hadir ratusan undangan, termasuk mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan istri, Menteri Kesehatan Budi G Sadikin, serta pengusaha dan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Fadel Muhammad.

Dalam pidatonya menyambut kehadiran undangan yang membludak, setelah menyampaikan terima kasih, Duta Besar Iran untuk Indonesia, Dr Mohammad Khoush Heikal Azad, mengatakan hubungan Indonesia-Iran, yang telah terjalin sejak ribuan tahun lalu itu kini semakin penting bagi kedua negara. Hubungan tersebut, kata Duta Besar, terjalin dalam berbagai area, didasari sikap saling menghormati, prinsip bebas dari kolonialisme, dan dengan berbagi nilai-nilai komersial, politik, dan budaya.

“Hubungan tersebut telah membawa peningkatan pertumbuhan dan perkembangan kedua masyarakat ini; Iran di Asia Barat dan Indonesia di Asia Timur,”kata Duta Besar Azad, yang telah mengemban tugas di Indonesia lebih dari 12,5 tahun tersebut. Dubes mengakui, waktu selama itu telah membuatnya cukup mengenal, menikmati, dan pada gilirannya mengagumi kekayaan budaya dan keramahtamahan masyarakat Indonesia.

Dubes Azad juga mengatakan, langgengnya hubungan antara kedua negara berawal dari pendekatan yang bijaksana dan rasional, yang terlihat jelas dalam hubungan kontemporer Iran-Indonesia. Di mata Iran, kata Dubes, Indonesia adalah salah satu negara gerakan nonblok yang dengan politik bebas aktifnya selalu berusaha hadir secara aktif untuk memiliki andil dalam menyelesaikan masalah di berbagai wilayah di dunia.

Setelah 44 tahun, Republik Islam Iran yang memiliki slogan “tidak memihak kepada timur atau pun barat” berusaha menerapkan kebijakan yang independen terhadap timur dan barat dunia, dengan tetap menjaga hubungan rasional berdasarkan rasa hormat, seraya menahan diri untuk tidak mengisolasi diri dari pusat ekonomi, budaya dan peradaban penting dunia. Dubes mengatakan, pemerintahan ketiga belas Republik Islam Iran yang dipimpin Presiden Dr. Ebrahim Raisi, telah mengadopsi kebijakan luar negeri “seimbang, aktif dan cerdas” yang didasarkan pada tiga prinsip kebijaksanaan, martabat dan kemanfaatan.

Karena itu, menurut Duta Besar, bagi Republik Islam Iran, menciptakan keamanan bukanlah sebuah taktik, melainkan sebuah strategi. “Kami menargetkan ‘keamanan penuh’ serta ‘kooperasi penuh’ dalam perkembangan dan kemakmuran wilayah Teluk Persia (Asia Barat) dan membantu wilayah-wilayah dunia lainnya,”kata Duta Besar. Beliau juga menyitur sebuah pantun Indonesia tentang kemerdekaan negara dan penekanan pada kerja sama dan interaksi:

Dulu Pahlawan Rela Berjuang

Demi Anak Cucu nikmati Kemerdekaan

Selamat Kemerdekan Teman Tersayang

Mari Kita Rayakan dengan kerja sama”

Selain membeberkan sekian banyak kata-kata Parsi yang diadopsi Bahasa Indonesia untuk menegaskan jalinan hubungan yang telah lama, Duta Besar Azad juga menyitir setidaknya tiga pantun berbahasa Indonesia dalam kesempatan tersebut.

Sehubungan dengan kunjungan Presiden Republik Islam Iran saat itu di tahun 2015 ke Indonesia dan kunjungan Presiden Joko Widodo ke Iran pada tahun 2016, Dubes menyatakan saat ini giliran Presiden Republik Islam Iran untuk mengunjungi Indonesia guna mengembangkan dan memperdalam hubungan antarkedua negara.

Pernyataan Dubes Azad di akhir pidatonya cukup membuat suasana Flores Ballroom Hotel Borobudur sedikit berubah murung. Seraya mengutip pepatah Indonesia, bahwa “ada pertemuan, ada pula perpisahan”, ia menyampaikan bahwa dirinya akan segera meninggalkan Indonesia, yang disebutnya sebagai “rumah kedua saya”. Seraya berterima kasih untuk segala bantuan rekan, sahabat dan kolega selama bertugas, Dubes juga meminta untuk tidak melupakan satu sama lain, serta untuk tidak menghadapi kesulitan sendirian. [ ]

Back to top button