Siapa Wakil Nanik S Deyang?

Satu warga sipil jebolan STAN. Satu lagi jendral purnawirawan lulusan Kopassus. Apa tugas masing-masing wakil kepala BGN ini? Bagaimana jejak kemampuannya?
WWW.JERNIH.CO – Alasan pencopotan Kepala dan Wakil Kepala BGN menurut Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, dipicu oleh evaluasi ketat terkait masalah kedisiplinan operasional, tata kelola (governance), hingga kontrol kualitas makanan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) nyatanya lebih karena Dadan Hindayana, Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya masuk daftar tersangka dugaan korupsi oleh Kejagung.
Setelah resmi menunjuk Nanik S Dayeng sebagai Kepala BGN, ada dua orang lagi yang akan menjadi wakil. Mereka adalah Agustina Arumsari di sisi transparansi keuangan, dan Mayjen TNI Trenggono di sisi ketegasan eksekusi lapangan.
Siapa keduanya?
Agustina Arumsari
Agustina Arumsari (populer disapa Sari) adalah seorang birokrat tulen dan salah satu srikandi terbaik Indonesia di bidang audit investigatif. Penunjukannya menjadi jangkar akuntabilitas BGN didasarkan pada rekam jejaknya yang mentereng di dunia pengawasan keuangan negara.

Ia merupakan alumnus ikatan dinas D3 dan D4 Akuntansi dari Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) angkatan ’92 dan ’98, yang kemudian memperdalam keilmuannya dengan meraih gelar Magister Hukum dari Universitas Indonesia pada tahun 2014.
Kompetensinya diakui secara internasional melalui deretan sertifikasi elit, termasuk Certified Fraud Examiner (CFE) dan Certified Forensic Auditor (CFrA).
Kariernya merangkak dari bawah sebagai asisten pengawas di BPKP Sumatra Barat. Ia terus naik hingga memegang posisi-posisi berisiko tinggi, seperti Direktur Investigasi BUMN/BUMD (2017) dan Deputi Kepala BPKP Bidang Investigasi (2020–2025). Sebelum ditarik ke BGN, ia mencetak sejarah sebagai Wakil Kepala BPKP pertama sejak lembaga tersebut didirikan tahun 1983.
Mengingat besarnya anggaran MBG yang rawan menjadi sasaran penyelewengan, Agustina ditugaskan membangun Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) yang rigid di tubuh BGN. Sisi yang paling rawan penyalahgunaan.
Tugas utamanya adalah memastikan pengadaan bahan baku pangan terbebas dari praktik makelar, menutup celah korupsi dalam penentuan vendor, serta menerapkan audit forensik berkala agar setiap rupiah anggaran negara benar-benar berubah menjadi makanan bergizi di piring anak-anak, bukan menguap di jalur birokrasi.
BACA JUGA: Nanik S. Deyang dengan 5 Pekerjaan Besar
Mayjen TNI Trenggono
Jika Agustina menjaga aliran dana dari dalam, Mayjen TNI Trenggono adalah sosok yang bertugas mengomandoi rantai pasok dan kedisiplinan fisik di lapangan. Ia merupakan perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang memiliki insting kuat dalam manajemen logistik pangan skala besar.

Lahir pada 21 November 1969, Trenggono merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1993 dari kecabangan Infanteri (Kopassus). Pengalaman manajerialnya diasah saat menjabat sebagai Direktur Umum Akademi Militer (2023–2024), Direktur Pembinaan dan Pengembangan (Dirjianbang) Seskoad (2024–2025), hingga menjadi Perwira Staf Ahli Tingkat III Bidang Komunikasi Sosial Panglima TNI.
Sebelum dilantik ke BGN, ia sudah aktif mengawal ketahanan pangan strategis sebagai Wakil Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara (perusahaan yang terafiliasi dengan yayasan di bawah Kementerian Pertahanan) serta ikut menyukseskan program Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih.
Masalah utama BGN yang disorot istana adalah inkonsistensi kualitas makanan dan pelanggaran SOP di tingkat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)/dapur umum. Mayjen Trenggono diterjunkan untuk menerapkan disiplin semi-militer pada aspek operasional.
Ia bertanggung jawab atas percepatan pembangunan ribuan titik dapur umum, memastikan ketepatan waktu distribusi logistik bahan baku segar (terutama ke wilayah 3T), serta menegakkan kepatuhan mutlak para petugas dapur terhadap standar higienitas dan kandungan kalori yang sudah ditetapkan pusat.(*)
BACA JUGA: Menguji Efektivitas “Manajemen Amarah” Nanik S. Deyang di Badan Gizi Nasional





