Crispy

Taiwan Sesumbar Rudal Yun Feng Bisa Meratakan Beijing

  • Taiwan punya rudal Yun Feng yang diproduksi secasa massal, dan mampu menghancurkan Beijing.
  • Namun, wajib militer di Taiwan hanya empat bulan. Kemampuan pertahanan Taiwan diragukan.

JERNIH — You Si-kun, ketua legislatif Partai Progresif Demokratik (PDP), memperingatkan Cina untuk berpikir dua kali sebelum menyerang Taiwan karena Taipei juga punya rudal yang mampu menjangkau Beijing.

“Ketika Cina mencoba menyeberang Selat Taiwan, kapal-kapalnya akan jadi mangsa rudal anti-kapal dan rudal Hsiung Feng III,” kata You seperti dikutip Taiwan News. “Ketika Cina pasukan Cina mendarat, akan ada pertempuran menentukan.”

Setiap orang di Taiwan akan bertindak seperti penduduk Ukraina, yang siap bertempur dan rela mati. Penduduk Taiwan tidak akan membiarkan Cina menelan negaranya.

Rudal jelajah supersonik Yun Feng, masih menurut You, mampu menjangkau Beijing. “Yun Feng kini telah diproduksi secara massal,” lanjut You.

Dalam pidato yang diunggal situs Taiwanus, You juga mengatakan perang Rusia-Ukraina mengajarkan Taiwan tidak dapat berasumsi Cina tidak akan menyearng. Jadi, penduduk Taiwan harus selalu bersiap.

Cina saat ini, katanya, telah menjadi kekuatan hegemonik di Indo-Pasifik, dan ingin menyerang Tawian. Orang Taiwan tidak boleh berasumsi bahwa Beijing tidak akan melepas tembakan pertama.

Bukan Chiang Kai-shek

Taiwan saat ini tidak lagi mewarisi semangat Chiang Kai-sek, pemimpin Cina yang lari dan mendirikan Taiwan. Chiang Kai-shek terobsesi menyerang dan membebaskan Cina dari komunis.

Taiwan saat ini tidak akan menyerang Cina, misal dengan menghancurkan Bendungan Tiga Ngarai, meski memiliki kemamuan itu. Taiwan hanya akan mempertahankan diri.

Kemampuan mempertahankan diri Taiwan sering dipertanyakan karena layanan wajib militer yang terlalu pendek, yaitu empat bulan. Lainnya adalah kekurangan pasukan dalam sistem perekrutan.

Di negara lain, sebut saja Singapura, wajib militer berlangsung 24 bulan. Di Korea Selatan, wajib militer antara 18 sampai 23 bulan, dan Finlandia 12 bulan.

You juga mengakui partai politik besar lainya, seperti Kuomintang, Partai Rakyat Taiwan, dan Partai Kekuatan Baru, cenderung fokus pada masalah domestik dan punya pendapat berbeda tentang identitas nasional Taiwan.

Back to top button