The Rolling Stones Rilis Album Baru “Foreign Tongues”

Usia boleh 82 tahun, tapi distorsi tetap membara! The Rolling Stones kembali menggebrak industri musik global lewat album ke-25 mereka, “Foreign Tongues”. Digarap kilat kurang dari sebulan.
WWW.JERNIH.CO – Lebih dari enam dekade sejak pertama kali mengguncang panggung musik dunia, The Rolling Stones membuktikan bahwa usia hanyalah deretan angka yang tidak mampu membendung distorsi gitar mereka.
Setelah sukses besar lewat Hackney Diamonds pada 2023, trio ikonik Mick Jagger, Keith Richards, dan Ronnie Wood kembali menggebrak industri musik global lewat album studio ke-25 mereka yang bertajuk “Foreign Tongues”, dirilis resmi pada 10 Juli 2026.
Kehadiran “Foreign Tongues” menjadi penanda era baru yang luar biasa bagi band asal Inggris ini. Alih-alih terjebak dalam nostalgia usang, album ini justru terdengar sangat modern, segar, dan berani bersuara mengenai kondisi politik serta realitas sosial dunia hari ini.
Salah satu aspek paling mengesankan dari pengerjaan album ini adalah proses rekaman yang berlangsung sangat cepat. Di bawah arahan produser muda pemenang Grammy, Andrew Watt, materi utama album yang berisi 14 trek ini diselesaikan di Metropolis Studios, London Barat, dalam waktu kurang dari satu bulan.
Metode kerja kilat ini sengaja dipilih untuk membangkitkan kembali memori awal karier mereka di tahun 1960-an, di mana musik digarap secara spontan, mentah, dan penuh energi tanpa polesan berlebih. Andrew Watt berhasil menjaga esensi “kekacauan yang teratur”—gaya khas Stones di mana ketukan drum dan harmoni gitar selalu terasa seolah akan runtuh namun tetap kokoh berdiri sampai akhir lagu.
“Foreign Tongues” menyajikan daftar kolaborator papan atas yang mengejutkan. Band ini berhasil mengajak rival lama sekaligus sahabat mereka, Paul McCartney (The Beatles), untuk mengisi lini bas pada lagu “Covered in You”. Tidak hanya itu, vokalis legendaris The Cure, Robert Smith, musisi kawakan Steve Winwood, serta penggebuk drum Red Hot Chili Peppers, Chad Smith, turut menyumbangkan magis mereka di album ini.

Namun, momen paling emosional bagi para penggemar adalah hadirnya mendiang Charlie Watts. Sang penggebuk drum legendaris yang wafat pada 2021 lalu, tetap “hadir” di satu trek album berkat rekaman sesi studio lama yang belum pernah dirilis sebelumnya. Kehadirannya memberikan sentuhan sentimental yang dalam di tengah dentuman rock modern.
Mick Jagger sempat menegaskan bahwa The Rolling Stones bukanlah band yang suka terjebak dalam satu kotak genre. Hal ini dibuktikan dengan keragaman warna musik di dalam album ini.
Blues dan Rock Klasik: Trek pembuka “Rough and Twisted” dan singel utama “In the Stars” menawarkan riff gitar bertenaga dari Keith Richards yang langsung membawa pendengar ke masa jaya rock n’ roll era 70-an.
Sentuhan Disko dan Country: Melalui lagu “Never Wanna Lose You”, mereka bereksperimen dengan ritme disko ala era album Some Girls. Sementara lagu “Ringing Hollow” membawa nuansa country-rock yang kental.
Lagu Kritik Sosial: Lagu “Mr. Charm” secara berani menyelipkan kritik satir yang diduga menyindir para miliarder teknologi dunia saat ini.
Lagu Cover Kejutan: Stones juga memberikan penghormatan unik dengan membawakan ulang lagu hit mendiang Amy Winehouse, “You Know I’m No Good”, serta nomor blues lawas Chuck Berry, “Beautiful Delilah”.
Pada usia Mick Jagger dan Keith Richards yang kini telah menginjak 82 tahun, energi vokal Jagger yang tetap prima dipadukan dengan permainan gitar Richards dan Ronnie Wood membuktikan sebuah ilusi keabadian.
“Foreign Tongues” seakan sebuah proklamasi bahwa sang raja rock n’ roll belum siap untuk turun takhta.(*)
