Moron

Pertamina Tanggung Jawab Penuh, Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran SPBE Cimuning

Insiden mencekam terjadi di Mustikajaya semalam. Dua belas orang dilarikan ke rumah sakit dengan luka bakar serius, sementara rumah dan kios warga luluh lantak.

WWW.JERNIH.CO – Pihak berwenang tengah bergerak cepat menangani dampak kebakaran hebat yang melanda Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi. Hingga Kamis (2/4/2026), Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota masih melakukan penyelidikan mendalam guna mengungkap penyebab pasti ledakan yang terjadi pada Rabu malam tersebut.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro, menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah keselamatan warga dan pendataan korban.

Berdasarkan data terbaru dari pihak kepolisian, tercatat sebanyak 12 orang menjadi korban dalam insiden ini. Seluruh korban mengalami luka bakar serius dan kini tengah menjalani perawatan intensif.

 Kondisi korban mengalami luka bakar dengan tingkat keparahan mencapai 60% hingga 70%. Selain area SPBE, api juga menghanguskan sejumlah kios dan rumah warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Kepolisian membuka posko pengaduan di lokasi untuk memudahkan identifikasi warga yang terdampak serta pendataan kerugian materiil.

“Yang utama adalah keselamatan warga sekitar karena kita lihat banyak yang terdampak. Kami juga memikirkan opsi tempat tinggal sementara bagi warga yang rumahnya tidak bisa ditempati,” ujar Kombes Pol Kusumo.

Menanggapi insiden tersebut, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) menyatakan permohonan maaf dan memastikan akan bertanggung jawab penuh atas seluruh kerugian yang timbul.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Regional JBB, Susanto August Satria, menjelaskan bahwa SPBE tersebut merupakan milik swasta yang menjadi mitra Pertamina. Meski demikian, pihaknya menjamin bantuan bagi para korban.

 “Kami pastikan penanganan medis terbaik bagi para korban akan sepenuhnya dibiayai oleh Pertamina. Fokus kami adalah memastikan tidak ada dampak yang meluas,” tegas Susanto.

Terkait kerusakan bangunan, Pertamina berkomitmen untuk melakukan renovasi rumah warga. Proses ini akan dilakukan segera setelah koordinasi pendataan bersama pengurus RT, RW, dan pihak kelurahan selesai dilakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

Peristiwa mencekam ini bermula pada Rabu (1/4) pukul 21.30 WIB. Ledakan di area SPBE memicu kobaran api besar yang sempat membuat panik warga sekitar. Api baru berhasil dipadamkan setelah petugas pemadam kebakaran bersama warga berjibaku memadamkan titik api selama beberapa jam.

Hingga saat ini, posko bantuan di lokasi kejadian tetap dioperasikan untuk memantau perkembangan kondisi korban di rumah sakit serta membantu kebutuhan logistik warga yang kehilangan tempat tinggal.(*)

BACA JUGA: Merger Tiga Anak Perusahaan Pertamina, Pecah Rekor Restrukturisasi

Back to top button