CrispyPoliteia

Antisipasi 3,6 Juta Kendaraan di Tol Trans Jawa-Sumatra, Polri Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Berdasarkan hasil tinjauan di Tol Trans Jawa KM 1 hingga KM 188, masih ditemukan beberapa titik perbaikan jalan. Namun pengerjaan tersebut akan rampung sebelum memasuki masa krusial.

JERNIH – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri memproyeksikan sebanyak 3,6 juta kendaraan akan melintasi ruas Tol Trans Jawa dan Trans Sumatra selama periode mudik Lebaran 2026. Menanggapi lonjakan volume kendaraan tersebut, kepolisian telah menyiapkan serangkaian strategi mulai dari sistem one way, contraflow, hingga pengoperasian jalur fungsional.

Kakorlantas Polri, Irjen Agus Suryonugroho, menjelaskan bahwa angka 3,6 juta kendaraan tersebut merupakan proyeksi khusus untuk pemudik yang menggunakan jalur bebas hambatan. “Khusus jalan tol, memang ada bangkitan arus yang cukup tinggi. Kami sudah menyiapkan skenario pengaturan lalu lintas, baik alih arus, penjagaan, contraflow, hingga one way,” ujar Agus di Mabes Polri, Kamis (26/2/2026).

Selain menyiapkan rekayasa arus, Polri tengah berkoordinasi intensif dengan kementerian terkait untuk memastikan kesiapan fisik jalan, baik di jalur tol maupun arteri. Fokus utama koordinasi ini adalah perbaikan jalan rusak dan berlubang akibat cuaca ekstrem.

Agus mengungkapkan, berdasarkan hasil tinjauan di Tol Trans Jawa KM 1 hingga KM 188, masih ditemukan beberapa titik perbaikan jalan. Namun, ia optimis pengerjaan tersebut akan rampung sebelum memasuki masa krusial. “Kondisi cuaca kemarin menyebabkan sebagian jalan rusak, tetapi pada H-7 kemungkinan besar sudah bisa selesai semuanya,” tambahnya.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Aan Suhanan, menyatakan bahwa pengaturan lalu lintas ini telah tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) antara Kemenhub, Polri, dan Kementerian PU. Kebijakan ini akan diterapkan secara situasional, terutama di titik krusial seperti Tol Jakarta–Cikampek, Tol Cipali, hingga Tol Semarang–Solo.

“Pengaturan ini dilakukan agar dapat mengurai kepadatan dan menciptakan kelancaran arus lalu lintas. Fokus utama kami adalah memastikan pemudik merasakan kenyamanan, keamanan, dan keselamatan selama perjalanan,” tegas Aan dalam keterangan resminya.

Sesuai jadwal yang ditetapkan, pemerintah juga akan menerapkan sistem ganjil-genap di sejumlah ruas tol utama untuk melengkapi strategi one way dan contraflow guna menjaga rasio volume kendaraan agar tetap ideal.

Back to top button