Dua Menit yang Mengguncang Kolombia, Duka dan Jejak Geologi Gempa M 7,4

Guncangan dahsyat magnitudo 7,4 yang menimpa Kolombia merobohkan bangunan dan menelan ratusan korban. Bagaimana aktivitas tektonik di kedalaman bumi memicu salah satu bencana paling mematikan di wilayah tersebut?
WWW.JERNIH.CO – Wilayah barat Kolombia diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 pada Senin pagi, 10 Agustus 2026, pukul 07.34 waktu setempat. Guncangan hebat ini tercatat sebagai salah satu gempa tektonik terkuat yang melanda negara Amerika Selatan tersebut dalam beberapa dekade terakhir, dengan pusat gempa terdeteksi di dekat San José del Palmar, kawasan pedesaan di Departemen Chocó, sekitar 400 kilometer di sebelah barat ibu kota Bogotá.
Laporan terbaru dari otoritas penanggulangan bencana setempat mencatat sedikitnya 132 korban jiwa dan puluhan orang mengalami luka-luka akibat tertimpa reruntuhan. Gempa ini merobohkan dan merusak berat puluhan gedung permukiman, fasilitas umum, hingga bangunan bersejarah—seperti menara katedral di Manizales—di berbagai kota seperti Pereira, Cali, Quibdó, dan Medellin.
Guncangan keras dirasakan oleh lebih dari 10 juta penduduk di sepanjang wilayah barat Kolombia, bahkan merambatkan gelombang kepanikan hingga ke Bogotá dan melintasi perbatasan selatan menuju negara tetangga, Ekuador.
Meskipun Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) dan Layanan Geologi Kolombia (SGC) mencatat pusat gempa berada pada kedalaman menengah sekitar 96–107 km, magnitudo 7,4 menghasilkan rambatan energi pancar yang sangat kuat.
Beberapa faktor utama yang memperparah dampaknya antara lain pelepasan energi masif yang menghasilkan guncangan permukaan di radius ratusan kilometer, banyaknya struktur bangunan lama di perkotaan barat Kolombia yang tidak dirancang dengan standar ketahanan gempa modern sehingga rentan runtuh secara mendadak, serta waktu kejadian pada jam sibuk pagi hari saat warga sedang beraktivitas di dalam gedung atau bersiap menuju tempat kerja.
Secara geologis, Kolombia terletak tepat di atas garis pertemuan lempeng tektonik aktif dalam kawasan Cincin Api Pasifik (Pacific Ring of Fire). Gempa ini disebabkan oleh aktivitas zona subduksi, di mana Lempeng Nazca bergerak ke arah timur dan menunjam masuk ke bawah Lempeng Amerika Selatan.
Proses penunjaman ini menciptakan penumpukan tegangan tektonik yang sangat tinggi di sepanjang zona patahan. Ketika batas ketahanan batuan terlampaui, energi tektonik dilepaskan secara mendadak dalam bentuk gelombang seismik yang mengguncang kerak bumi di atasnya.
SGC mencatat gempa ini sebagai gempa dengan magnitudo tertinggi yang terekam di wilayah darat Kolombia sejak memasuki abad ke-21. Wilayah barat Kolombia sendiri memiliki sejarah bencana seismik yang kelam, seperti pada Januari 1999 ketika gempa M 6,2 di dekat kota Armenia menewaskan lebih dari 1.100 orang, serta gempa M 7,2 pada November 1979 yang pernah mengguncang wilayah berdekatan.
Pasca-gempa utama, SGC mencatat beberapa gempa susulan (aftershocks), salah satunya mencapai magnitudo 5,0, yang memperlambat proses evakuasi tim penyelamat di lokasi bencana.(*)
BACA JUGA: Gempa Terkuat dalam 125 Tahun di Venezuela Tewaskan 1.450 Orang, Indonesia Sampaikan Belasungkawa






