POTPOURRI

Kini, Jose Mourinho Memanggilnya Son-aldo

London — Song Heung-min, gelandang Tottenham Hotspurs asal Korea Selatan (Korsel), kini menjadi Son-aldo setelah mencetak wonder gol ke gawang Burnley dalam laga yang dimenangkan Spurs lima gol tanpa balas.

“Sebelum dia mencetak gol ini, putra saya menyebutnya Son-naldo. Kini, dia benar-benar Son-aldo,” kata Jose Mourinho, pelatih yang baru menangani Tottenham beberapa pekan.

Son menerima bola di wilayah pertahanan Tottenham, menggiringnya tanpa bisa dikejar tiga gelandang Burnley, menaklukan dua pemain belakang lawan yang mencegah dari samping dan depan, dan menaklukan penjaga gawang.

Media sosial di Korea dan Inggris ramai membicarakan gol yang dibuat Son. Sebagian menyamakannya dengan gol yang dibuat Lionel Messi dan George Weah.

Mourinho gol Son mengingatkannya pada solo run Ronaldo di Barcelona. Saat itu Mourinho masih menjadi asisten pelatih Bobby Robson di La Blaugrana.

“Ini gol luar biasa,” kata Mourinho. “Saya tahu dia tak terbendung sampai berhadapan dengan penjaga gawang Burnley.”

Gol ini, masih menurut Mourinho, hanya bisa disamakan dengan yang diperbuat Ronaldo Nazario tahun 1996. Saat itu Ronaldo membuatnya ke gawang Compostela.

Mourinho baru beberapa pekan bekerja dengan Son. Kepada wartawan Mourinho mengatakan; “Saya mengagumi Son sejak lama dan dari jauh.”

Pelatih asal Portugis itu juga masih belum lupa saat berbicara dengan Sir Alex Ferguson soal Park Ji-sung. “Mereka, pemain Korea, suka belajar dan rendah hati. Ini soal budaya,” kata Mourinho, mengenang pembicaraan dengan Sir Alex.

Tidak Egois

Son tidak menyangka bisa membuat gol seperti itu. Saat menerima bola di luar kotak penalti Tottenham, yang ada di pikirannya adalah memberikan bola ke Dele Alli.

“Saya menggiring bola sambil mencari di mana posisi Alli,” kata Son. “Saya tidak menemukannya, akhirnya saya putuskan terus menggiring bola. Saya senang bisa mencetak gol ini.”

Saat wawancara televisi, Mourinho berteriak; “Berikan Son gelar man of the match.”

Harry Kane mencetak dua gol. Jika saja Son tidak membuat wonder goal, mungkin gol pertama Kane layak disebut spektakuler. Kane melakukannya lewat tembakan jarak jauh spektakuler.

Satu gol Kane lainnya tercipta akibat ketidak-egoisan Son. Menerima bola sedikit di luar kotak penalti lawan, Son menyodorkannya ke Kane dan ia bergerak ke kanan. Kane mencegak gol kedua.

Kane memberi penghormatan kepada Son usai pertandingan.

“Sonny, sebutan untuk Son di ruang ganti Tottenham, mencuri perhatian hari ini,” kata Kane. “Gol yang dibuatnya sulit dipercaya.”

Son, masih menurut Kane, bukan tipe pemain yang bekerja sendiri. Ia selalu berpikir untuk tim. Dia punya kualitas hebat dan pekerja keras.

Son adalah produk lain dari budaya Korea, selain K-Pop.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close