Mengenal apa Itu El Nino

El Nino adalah kondisi ketika suhu permukaan laut di Samudera Pasifik bagian tengah dan timur menjadi lebih hangat dari kondisi normal. Ketika suhu laut di Pasifik timur menghangat, distribusi uap air dan pembentukan awan pun ikut berubah.
JERNIH-Cuaca panas di wilayah Indonesia yang saat ini terjadi sering dikaitkan dengan El Nino. Hal tersebut sebagaimana disampaikan prakirawan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Rira Damanik, yang menyebut kondisi El Nino sudah terindikasi muncul dalam kategori lemah.
“Terindikasi El Nino mulai masuk pada bulan April dalam kategori lemah dan berdasarkan prediksi BMKG pada periode Mei hingga Oktober 2026, El Nino berada pada kategori lemah hingga sedang,” kata Rira beberapa waktu lalu.
El Nino adalah kondisi ketika suhu permukaan laut di Samudera Pasifik bagian tengah dan timur menjadi lebih hangat dari kondisi normal. Ketika suhu laut di Pasifik timur menghangat, distribusi uap air dan pembentukan awan pun ikut berubah.
Awan-awan hujan yang biasanya terbentuk di wilayah Indonesia justru bergeser ke tengah Pasifik. Inilah sebabnya Indonesia sering mengalami kekeringan saat El Nino terjadi. Akibatnya cuaca jadi panas karena berkurangnya hujan. Dampak lainnya akan merambat ke berbagai sector, antara lain lahan pertanian menjadi kering, cadangan air menurun, dan risiko kebakaran hutan meningkat tajam.
Di Indonesia peristiwa El Nino kuat tercatat pada tahun 1997 ketika sebagian besar wilayah Indonesia mengalami penurunan curah hujan yang drastis.
Meski demikian, El Nino tidak berarti hujan tidak turun. Pada periode tertentu, seperti akhir tahun hingga awal tahun berikutnya, hujan masih bisa turun, meskipun jumlahnya jauh di bawah normal. Istilah El Nino berasal dari bahasa Spanyol yang berarti “anak laki-laki”, merujuk pada fenomena arus laut hangat yang muncul menjelang Natal di pesisir Peru dan Ekuador. (tvl)





