POTPOURRI

Sensus Ekonomi BPS 2026 Dimulai, Waspada Modus Link Palsu dan Petugas Bodong

Sensus Ekonomi 2026 resmi berjalan, namun komplotan penipu gerak cepat memanfaatkan momen. Mulai dari menyebarkan tautan gratisan bermodus “Sensus Online” hingga oknum beratribut palsu yang nekat mengetuk pintu rumah warga.

WWW.JERNIH.CO – Badan Pusat Statistik (BPS) saat ini tengah gencar melaksanakan agenda besar nasional, salah satunya adalah Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang dijadwalkan berlangsung dari 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

Momentum krusial ini sangat penting bagi negara untuk memetakan kekuatan UMKM hingga perkembangan ekonomi digital. Namun sayangnya, pergerakan masif petugas di lapangan dan secara digital ini justru dimanfaatkan oleh oknum kriminal sebagai celah untuk melancarkan aksi penipuan.

Sayang belakangan ini, laporan mengenai penipuan yang mengatasnamakan petugas BPS muncul dalam beberapa bentuk yang makin canggih.

Di antaranya penyalahgunaan tautan digital (Cyber Fraud). Pelaku menyebarkan tautan (link) palsu melalui WhatsApp, SMS, atau media sosial yang diklaim sebagai lembar pengisian “Sensus Online”.

Ketika dibuka, link tersebut mengarah ke platform gratisan seperti Google Form yang menyisipkan pertanyaan jebakan seperti “Nama Ibu Kandung”. Data ini sangat berbahaya karena kerap digunakan sebagai data kredensial atau verifikasi keamanan akun perbankan Anda.

Selain itu yang tak akalah marak adalah petugas palsu datang ke rumah. Di beberapa wilayah, terdapat kasus komplotan penjahat beratribut mirip petugas sensus yang mendatangi rumah warga secara langsung.

Alih-alih mendata, mereka memanfaatkan kelengahan pemilik rumah untuk melakukan pengintaian, pencurian, bahkan pemerasan bermodus “denda administrasi” jika warga menolak memberikan data tertentu.

Apa Saja yang Sebenarnya Disensus?

Penting untuk mengetahui batasan data yang dicari oleh BPS agar Anda langsung curiga jika petugas meminta informasi di luar kewajaran. Pada pelaksanaan Sensus Ekonomi, BPS berfokus pada pengumpulan data terkait:

  • Karakteristik usaha (nama usaha, alamat, jenis kegiatan ekonomi).
  • Skala usaha (jumlah tenaga kerja, perkiraan pendapatan/omzet, pengeluaran).
  • Pemanfaatan teknologi (apakah usaha menggunakan platform digital/e-commerce).
  • Kondisi sosial-ekonomi dasar rumah tangga untuk keperluan pemetaan kesejahteraan.

BPS tidak pernah memungut biaya apa pun, tidak ada kaitannya dengan penarikan pajak, dan TIDAK PERNAH meminta informasi perbankan sensitif Anda.

Ciri-Ciri Petugas BPS Resmi

Jangan ragu untuk bersikap skeptis di awal. Petugas BPS yang asli selalu dibekali dengan atribut resmi berikut:

  • Rompi Khusus: Mengenakan rompi kerja resmi Sensus Ekonomi dengan warna dan logo yang seragam.
  • ID Card Resmi ber-QR Code: Petugas wajib mengalungkan kartu tanda pengenal dari BPS. Pada periode ini, ID card tersebut dilengkapi dengan QR Code unik yang dapat dipindai oleh masyarakat untuk memverifikasi keaslian identitas petugas tersebut di sistem BPS.
  • Surat Tugas: Membawa Surat Perintah Jalan atau Surat Tugas resmi yang diterbitkan dan ditandatangani oleh Kepala BPS kabupaten/kota setempat.
  • Pendampingan Lokal: Biasanya, sebelum masuk ke area pemukiman, petugas lapangan BPS akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan ketua RT, RW, atau perangkat desa setempat.

Tips Valid Agar Tidak Tertipu

Jika ada petugas yang datang ke rumah Anda atau menghubungi Anda secara digital, terapkan langkah proteksi mandiri ini:

1. Terapkan Metode “Tanya dan Scan”

Saat petugas mengetuk pintu, mintalah mereka menunjukkan ID Card dan Surat Tugasnya. Ambil ponsel Anda dan pindai (scan) QR Code yang ada di kartu identitas mereka. Jika data mereka tidak muncul di situs resmi BPS, segera tolak dengan tegas.

2. Konfirmasi ke Pengurus Lingkungan

Jangan ragu untuk menghubungi Ketua RT atau RW Anda untuk menanyakan apakah memang ada jadwal kunjungan petugas BPS di lingkungan Anda pada hari itu.

3. Jaga Ketat Data Finansial (Sanksi Mutlak)

Jika petugas tersebut—baik secara langsung, melalui telepon, maupun melalui tautan obrolan—mulai meminta data berikut, berhentilah menjawab karena itu 100% adalah penipuan:  Nomor Rekening Bank atau nomor kartu ATM/Debit/Kredit, PIN ATM/Mobile Banking, Kode OTP (One-Time Password) yang masuk ke ponsel Anda, Nama Ibu Kandung dan kata sandi (password) akun apa pun.

4. Periksa Keaslian Domain Tautan

Jika Anda diarahkan untuk mengisi sensus secara online, pastikan alamat web (URL) yang Anda akses berakhiran dengan .bps.go.id. BPS tidak pernah menggunakan Google Form, Typeform, atau platform gratisan lainnya untuk mengumpulkan data resmi sensus nasional.(*)

BACA JUGA: Kenali Ciri Petugas Sensus Penduduk yang Datang ke Rumah

Back to top button