Spiritus

Bersikap Jujur dan Jauhi Kebohongan

Masalah besar jika seseorang tidak bisa komit dengan kejujuran. Seseorang akan menggunakan pikirannya dan ilmunya hanya untuk berbohong dan merugikan diri sendiri dan orang lain.

KH Abdullah Gymnastiar

BERBOHONG adalah bagian dari sifat kemunafikan, oleh karena itu seorang muslim dituntut selalu berada dalam kejujuran secara lahir batin. Sebagaimana dalam sebuah hadits yang sering kali disebutkan yang artinya:

Hendaklah kamu semua bersikap jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan membawa ke sorga. Seseorang yang selalu jujur dan mencari kejujuran akan ditulis oleh Allah sebagai orang yang jujur. Dan jauhilah sifat bohong, karena kebohongan membawa kepada kejahatan dan kejahatan membawa ke neraka.Orang yang selalu berbohong dan mencari-cari kebohongan akan ditulis oleh Allah sebagai pembohong.” (HR. Muslim)

Jadi, jika bertanya kenapa ada ahli surga? Karena ada ahli kebaikan, begitu juga sebaliknya. Jika ada ahli neraka karena ada ahli keburukan. Ahli kebaikan itu sumber satu seperti yang disebutkan dalam hadits diatas yaitu shiddiq atau kejujuran.

Jika orang tidak jujur maka sangat sulit  untuk melakukan kebaikan, karena setiap kebaikan yang akan dilakukan selalu dihambat oleh kebohongan. Kalau kita ingin mengukur atau melihat bangsa kita sudah menjadi bangsa yang baik atau belum, maka mudah sekali melihatnya.

Apakah di negara kita ini lebih banyak orang jujurnya atau lebih banyak orang bohongnya. Kalau masih banyak koruptor-koruptor itu tandanya negara kita belum menjadi bangsa yang jujur. Kita akan kesulitan untuk memperbaiki bangsa kita sendiri jika orang bohongnya lebih banyak dan butuh waktu yang lama dalam untuk memperbaikinya.

Kita ambil contoh dari keteladanan Rosulullah Shallahu ‘alaihi wassalam. Selain pribadinya yang tampan, kuat, dan baik, Nabi Muhammad merupakan sosok yang dikenal jujur hingga diberi gelar “Al-Amiin”.

Kejujuranlah yang menjadikan dirinya sebagai pemimpin di tengah penduduk non-muslim. Ia disukai oleh penduduk Madinah karena kejujuran yang ada dalam dirinya. Sesuatu yang dikeluarkan dari lisan Nabi pasti benar, tidak ditambah-tambah dan juga tidak dikurangi.

Masalah besar jika seseorang tidak bisa komit dengan kejujuran. Seseorang akan menggunakan pikirannya dan ilmunya hanya untuk berbohong dan merugikan diri sendiri dan orang lain.

Ia akan berusaha menutupi satu persoalan ke persoalan lain. Bahkan sampai-sampai ia tidak menyadari bahwa ia telah mengerjakan banyak keburukan, walaupun ia melakukan kebaikan pasti hanya sebatas pecitraan saja. Misalkan ada orang yang sering bersedekah agar bisa menutupi kasus korupsinya.

Jadi dalam Islam jujur merupakan sesuatu yang mutlak tidak bisa ditawar-tawar. Jangan biasakan diri menjadi orang yang pembohong, kalau punya kebiasaan bohong maka berusahalah untuk menulisnya. [Daarut Tauhid]

Back to top button