Crispy

Zinedine Zidane Bakal Jadi Pelatih Timnas Prancis

Tongkat estafet kepelatihan timnas Prancis bakal diserahkan ke Zidane. Akankah jadi kenangan indah perpindahan dari Deschamps ke Zidane? Jawabannya ada di Piala Dunia 2026.

WWW.JERNIH.CO –  Era baru sepak bola Prancis segera dimulai. Setelah spekulasi bertahun-tahun yang seolah tak kunjung usai, Zinedine Zidane akhirnya dipastikan akan menduduki kursi pelatih kepala Tim Nasional Prancis segera setelah gelaran Piala Dunia 2026 berakhir.

Langkah ini merupakan transisi kekuasaan yang telah lama dinantikan oleh publik sepak bola dunia, menandai berakhirnya masa jabatan Didier Deschamps yang sangat panjang dan sukses.

Pertanyaan pertama yang muncul tentu saja: “Ada apa dengan Deschamps?” Sebenarnya, tidak ada “masalah” atau konflik internal yang memicu keputusan ini. Hubungan Deschamps dengan Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) tetap solid.

Namun, kontrak Deschamps memang dijadwalkan berakhir pada tahun 2026. Setelah memimpin Les Bleus sejak 2012—sebuah durasi yang sangat langka dalam sepak bola modern—Deschamps telah memutuskan bahwa Piala Dunia 2026 akan menjadi panggung terakhirnya.

Di bawah arahannya, Prancis meraih kesuksesan luar biasa, termasuk trofi Piala Dunia 2018 dan final Piala Dunia 2022. Namun, setelah lebih dari satu dekade, muncul kebutuhan akan penyegaran taktik dan energi baru.

Deschamps dan FFF telah sepakat untuk melakukan transisi yang elegan, memberikan ruang bagi sosok yang paling dicintai di Prancis untuk meneruskan warisannya tanpa harus melalui drama pemecatan.

Keputusan FFF memilih Zidane adalah langkah yang paling logis sekaligus paling populer. Presiden FFF, Philippe Diallo, menekankan pentingnya sosok yang memiliki aura kepemimpinan alami dan dihormati secara nasional. Zidane bukan sekadar pelatih; ia adalah simbol kebanggaan Prancis.

BACA JUGA: Lionel Messi Menentang Kemungkinan Penunjukan Zinedine Zidane Sebagai Pelatih Paris St Germain

Ada beberapa alasan utama di balik penunjukannya. Zidane dilaporkan telah menolak berbagai tawaran klub raksasa seperti Manchester United hingga Bayern Munich hanya demi menunggu kesempatan melatih negaranya. Kesabaran ini menunjukkan loyalitas yang tak tertandingi.

Di sisi pemain, skuad Prancis saat ini dipenuhi talenta muda dan bintang dunia seperti Kylian Mbappe. Zidane memiliki karisma unik yang mampu menyatukan ego besar di ruang ganti—sesuatu yang sudah ia buktikan selama masa jayanya di Real Madrid.

FFF meyakini bahwa Zidane membawa inovasi teknis yang lebih segar untuk mengoptimalkan potensi generasi emas Prancis yang sedang berada di puncak performa.

Sejak meninggalkan Real Madrid pada tahun 2021, Zidane memilih untuk menjaga profil rendah namun tetap aktif dalam ekosistem sepak bola. Ia tidak benar-benar “menganggur.”

Selama periode ini, Zidane banyak menghabiskan waktu bersama keluarganya, namun ia juga terlihat aktif dalam berbagai kegiatan amal, menjadi duta untuk program-program olahraga global, dan yang paling penting, ia terus mendalami perkembangan taktik sepak bola modern dari balik layar.

Zidane dikenal sebagai sosok yang sangat selektif. Ia tidak ingin melatih klub hanya demi uang atau status. Fokus utamanya selama beberapa tahun terakhir adalah mempersiapkan diri secara mental dan strategis untuk peran yang ia anggap sebagai “panggilan jiwa”: melatih tim nasional negaranya.

Sebagai pelatih, kapasitas Zidane tidak perlu diragukan lagi. Rekam jejaknya di Real Madrid adalah bukti sahih kejeniusannya. Ia adalah satu-satunya pelatih dalam sejarah yang mampu memenangkan tiga gelar Liga Champions secara berturut-turut (2016, 2017, 2018). Ini menunjukkan kemampuannya memenangkan turnamen format gugur, sebuah kualitas krusial untuk level tim nasional.

Zidane dikenal sebagai pelatih yang mampu merangkul pemain. Ia tidak memerintah dengan tangan besi, melainkan dengan rasa hormat. Para pemain bersedia “mati” di lapangan demi dirinya.

Meski sering dianggap sebagai pelatih yang mengandalkan kebebasan individu pemain, Zidane sebenarnya sangat mahir dalam mengubah skema permainan di tengah laga untuk mematikan lawan.

Dengan kembalinya Zidane ke pinggir lapangan, Prancis tidak hanya mendapatkan seorang pelatih, tetapi juga kembalinya sang “Pahlawan Nasional”. Era pasca-Piala Dunia 2026 diprediksi akan menjadi babak baru yang penuh romansa sekaligus ambisi besar bagi Les Bleus.(*)

BACA JUGA: Zinedine Zidane Mengatakan Kepada Pemainnya: “Saya akan Pergi Akhir Musim Ini

Back to top button