Crispy

78 WN Indonesia di Kapal Diamond Princes Berpotensi Terpapar Virus Korona

Yokohama — Lebih seribu pekerja kapal pesiar Diamond Princess, 78 di antaranya warga negara Indonesia, berpotensi terpapar virus korona karena harus terus bekerja dan tidak menjalani karantina seperti yang dijalani penumpang.

Sonali Thakkar, pekerja Diamond Princess asal India, mengatakan seorang rekannya mulai menderita sakit kepala, batuk, dan demam, sejak dua hari lalu.

“Atasan menyuruhnya berhenti bekerja, dan dia kini tinggal di kabin sendirian,” kata Thakkar dalam percakapan Skype dengan CNN, Rabu 12 Februari 2020.

Thakkar, pekerja bagian keamanan di atas kapal itu, takut virus menyebar di sekitar anggota kuru. Terlebih, lima kru telah dinyatakan positif terpapar virus korona.

Seribu pekerja Diamond Princess terlibat dalam evakuasi penumpang, ketika kapal kali pertama tiba di Jepang dan beberapa penumpang diketahui mengidap virus.

Sejak itu, Diamond Princess bukan lagi kapal pesiar tapi zona karantina terapung dengan puluhan orang dinyatakan positif mengidap virus. Jumlah korban terinfeksi bertambah dari hari ke hari, kendati belum ada korban jiwa.

Laporan terakhir menyebutkan 175 penumpang Diamond Princess terinfeksi.

Menurut CNN, sejauh ini perhatian media terfokus pada penumpang berbagai bangsa di atas kapal itu. Mereka adalah orang-orang kaya yang membayar ribuan dollar untuk berlayar. Media seakan mengabaikan nasib pekerja yang mencari rezeki beberapa puluh dolar.

Kini, ribuan orang kaya itu terkarantina paksa di kabin, dan hanya diijinkan keluar geladak untuk waktu terbatas. Karantina akan berakhir 19 Februari 2020. Selama masa karantina, seribu pekerja terus melayani mereka.

Pekerja tidak punya kabin pribadi, yang membuat mereka dikarantina jika sakit. “Kami makan bersama. Tidak ada aturan setiap orang harus makan secara terpisah,” katanya.

Saat berada di aula, ketika semua orang makan bersama, potensi virus menyebar cepat ke banyak kru menjadi sangat mungkin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close