Karya Luar Biasa dari Gaza, Fotografer Palestina Saher Alghorra Raih Pulitzer Prize 2026

JERNIH – Dunia jurnalisme internasional memberikan penghormatan tertinggi kepada fotografer Palestina, Saher Alghorra, yang dinobatkan sebagai pemenang Pulitzer Prize 2026 kategori Breaking News Photography. Penghargaan ini diberikan atas keberaniannya mendokumentasikan krisis kemanusiaan dan kehancuran di Jalur Gaza.
Dewan juri Pulitzer memuji karya-karya Alghorra sebagai foto yang “menghantui” (haunting) sekaligus “sensitif”, yang berhasil menangkap pedihnya penderitaan manusia di tengah konflik yang telah berlangsung sejak Oktober 2023.
Alghorra, yang merupakan kontributor untuk The New York Times, diakui melalui rangkaian foto bertajuk ‘Trapped in Gaza: Between Fire and Famine’. Foto-fotonya secara gamblang memperlihatkan realitas kelaparan dan penghancuran total yang dialami warga sipil di kantong wilayah tersebut.
Sebelum meraih Pulitzer, karya ini juga telah menyabet penghargaan internasional bergengsi lainnya, termasuk hadiah pertama fotografi perang di Prix Bayeux Calvados-Normandie, Prancis, tahun lalu.
Administrator Pulitzer Prizes, Marjorie Miller, menekankan bahwa penghargaan tahun ini menyoroti betapa krusialnya jurnalisme independen di tengah tekanan politik dan ekonomi yang kian besar.
“Karya Alghorra menunjukkan pentingnya akses jurnalisme di wilayah konflik, di saat pembatasan terhadap media semakin ketat di berbagai belahan dunia,” ujar Miller dalam pengumuman resminya, Senin (04/05/2026).
Selain Alghorra, Pulitzer tahun ini juga menyoroti berbagai investigasi besar di Amerika Serikat dan global. Untuk pelaporan investigasi, staf The New York Times menang atas pengungkapan dugaan konflik kepentingan yang melibatkan Presiden AS Donald Trump.
Dalam Pelaporan Nasional, Reuters meraih penghargaan setelah mendokumentasikan penggunaan pengaruh pemerintah untuk memperluas otoritas eksekutif. Sedangkan untuk Pelaporan Internasional, The Associated Press (AP) menang berkat investigasi terhadap teknologi pengawasan global yang dikembangkan di Silicon Valley dan disebarkan ke seluruh dunia.
Sementara untuk Pelaporan Khusus (Beat Reporting), jurnalis Reuters mengungkap bagaimana perusahaan Meta (induk Facebook/Instagram) memaparkan pengguna, termasuk anak-anak, pada penipuan dan manipulasi berbasis AI.
The Washington Post dianugerahi penghargaan Public Service atas laporannya mengenai “perombakan kacau” lembaga-lembaga federal. Sementara itu, jurnalis Miami Herald, Julie K. Brown, menerima kutipan khusus atas laporannya yang membongkar kasus sistemik Jeffrey Epstein.
Didirikan pada tahun 1917, Pulitzer Prize adalah salah satu penghargaan paling bergengsi di dunia jurnalisme, sastra, dan komposisi musik. Penghargaan ini menjadi standar emas bagi pelaporan yang berdampak luas bagi publik dan kemanusiaan.






