Beberapa Fakta Aliran Islam Sejati yang Diduga Aliran Sesat

Aliran tersebut dipimpin oleh seorang lelaki bernama Alan Kurniawan (AK) asal Desa Riam Bunut, Kecamatan Sungai Laur. AK mengklaim mendapatkan ajaran melalui mimpi bertemu Rasulullah SAW.
JERNIH-Sebuah aliran yang dikenal dengan nama Islam Sejati dan diduga sesat ditemukan di Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar). Aliran Islam Sejati berawal dari Kecamatan Laur dan seiring berjalannya waktu aliran ini menyebar sampai ke Sandai.
Polsek Sandai mengungkap aliran tersebut dipimpin oleh seorang lelaki bernama Alan Kurniawan (AK) asal Desa Riam Bunut, Kecamatan Sungai Laur. AK mengklaim mendapatkan ajaran melalui mimpi bertemu Rasulullah SAW.
Kegiatan keagamaan yang diduga sesat tersebut terungkap ketika ada kiriman rekaman video oleh masyarakat yang sudah mencurigai aktivitas kelompok tersebut. Rekaman itu dikuatkan dengan informasi yang dihimpun dari tokoh masyarakat.
Kehadiran aliran Islam Sejati menimbulkan kegaduhan dalam masyarakat sehingga Majelis Ulama Indonesia (MUI) tingkat kecamatan dan kabupaten turun tangan, melapor ke Polsek Sandai, sebagaimana disampaikan Kapolsek Sandai Ipda Muhammad Ibnu Saputra;
MUI Ketapang juga melakukan koordinasi dengan Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan dalam Masyarakat (PAKEM) untuk mengambil langkah selanjutnya.
Dalam surat pernyataan yang dikeluarkan MUI Sandai terdapat beberapa poin ajaran yang dinilai menyimpang dari akidah Islam, yakni;
1. Mengganti Makna Syahadat
Aliran Islam Sejati ini mengartikan kalimat kedua syahadat menjadi, “dan aku Muhammad Rasul Allah SWT,” serta menyatakan bahwa siapa yang tidak menganggap dirinya sebagai Allah dan Rasulullah adalah orang bodoh dan gila.
2. Salat Fardu Dianggap Riya’
Aliran ini juga menyebut bahwa salat wajib hanya dilakukan agar dilihat orang lain, sehingga dianggap tidak perlu dilakukan.
3. Mengutamakan Salat Batiniah
Dalam ajaran aliran ini bahwa salat batiniah lebih utama, bahkan menjadi alasan untuk meninggalkan salat fardu.
4. Naik Haji Tak Harus ke Mekah
Kelompok tersebut menyebutkan bahwa ibadah haji dan badal haji cukup dilakukan dengan berziarah ke Makam Tanjungpura dan Matan.
5. Penambahan Lafaz dalam Niat Salat
Mereka menambahkan lafaz “Nur Muhammad” dalam niat salat. Ini tentunya tidak sesuai dengan tuntunan syariat.
6. Adanya Ayat Tersembunyi
Mereka mengajarkan bahwa di antara setiap ayat Surah Al-Fatihah terdapat ayat lain yang tidak tertulis secara eksplisit.
7. Sanad Keilmuan Tidak Jelas
AK mengklaim mendapatkan ajaran melalui mimpi bertemu Rasulullah SAW, tanpa memiliki sanad keilmuan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Setelah melewati berbagai tahapan, akhirnya Pimpinan Islam Sejati, AK, mengakui kesalahannya dan berjanji tidak akan menyebarkan kembali ajaran yang menyimpang dari Islam yang lurus dan sahih.
Pengakuannya dituang dalam surat pernyataan yang ditandatangani di atas meterai setelah mediasi di Kantor Camat Sandai, Kabupaten Ketapang, Kalbar, beberapa waktu lalu. (tvl)
