Crispy

Bintang-bintang Marvel Mulai Benedict Cumberbatch hingga Mark Ruffalo Desak Pembebasan Marwan Barghouti

JERNIH — Lebih dari 20 aktor papan atas dunia—termasuk deretan bintang Marvel Cinematic Universe (MCU) seperti Benedict Cumberbatch, Mark Ruffalo, Don Cheadle, Cate Blanchett, dan Tilda Swinton—resmi menandatangani petisi global yang mendesak pembebasan tokoh politik senior Palestina, Marwan Barghouti, dari penjara Israel.

Pernyataan bersama tersebut diinisiasi oleh kampanye Free Marwan yang digalang oleh keluarga dan simpatisan Barghouti, serta telah mengantongi dukungan lebih dari 200 tokoh terkemuka dari industri film, musik, literatur, dan kebudayaan internasional.

“Kami menyatakan keprihatinan yang sangat mendalam atas berlanjutnya penahanan Marwan Barghouti, penganiayaan fisik yang dialaminya, serta peramposan hak-hak hukumnya selama berada di dalam tahanan,” bunyi petisi tersebut. “Kami menyerukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan pemerintah di seluruh dunia untuk secara aktif mengupayakan pembebasan Marwan Barghouti dari penjara Israel.”

Nama-nama besar Hollywood dengan rekam jejak peran ikonis turut menguatkan desakan ini. Selain Cumberbatch (pemeran Doctor Strange), Ruffalo (Hulk), dan Cheadle (War Machine), deretan pemeran lain yang memiliki keterikatan dengan waralaba Marvel turut membubuhkan tanda tangan, di antaranya Cate Blanchett, Tilda Swinton, Daniel Brühl, Rebecca Hall, Zawe Ashton, Tatiana Maslany, May Calamawy, Emma Corrin, dan Kingsley Ben-Adir.

Sementara di jajaran bintang film global ada Ian McKellen, Brian Cox, Riz Ahmed, Elliot Page, Hugo Weaving, Dan Stevens, Rob Delaney, serta Jason Flemyng.

Dukungan dari sektor kebudayaan ini memperpanjang daftar figur publik yang sebelumnya telah menyuarakan hal serupa, seperti penulis Nobel Annie Ernaux dan Margaret Atwood, musisi Sting, Paul Simon, Annie Lennox, hingga pebisnis Richard Branson.

Musisi legendaris Brian Eno bahkan menyamakan gerakan pembebasan Barghouti dengan kampanye internasional saat membebaskan Nelson Mandela dari rezim Apartheid di Afrika Selatan.

Nelson Mandela-nya dari Palestina

Marwan Barghouti (67 tahun) merupakan salah satu figur kunci dalam peta politik Palestina. Sebagai politisi senior faksi Fatah, ia ditangkap oleh pasukan militer Israel pada tahun 2002 di tengah gelombang Intifada Kedua.

Pada tahun 2004, pengadilan Israel menjatuhkan hukuman lima kali penjara seumur hidup ditambah 40 tahun penjara atas tuduhan keterlibatan dalam serangan yang menewaskan lima orang—tuduhan yang ditolak tegas oleh Barghouti, yang juga menolak mengakui legitimasi pengadilan militer tersebut.

Meskipun telah mendekam di balik jeruji besi selama lebih dari dua dekade, popularitas Barghouti tidak pernah pudar. Barghouti dipandang sebagai sosok pemersatu yang mampu menjembatani keretakan politik antar-faksi di Palestina (terutama antara Fatah dan Hamas).

Dalam berbagai jajak pendapat, namanya konsisten menempati urutan teratas sebagai calon presiden masa depan yang paling diminati rakyat Palestina. Selama dalam kurungan, Barghouti sempat menyelundupkan tulisan-tulisannya. Koleksi tulisannya yang berjudul Unbroken: In Pursuit of Freedom for Palestine dijadwalkan terbit pada 5 November mendatang melalui penerbit Penguin, lengkap dengan pengantar dari sang istri, Fadwa Barghouti.

Back to top button