Drama di Bandara Dhaka, 61 Penumpang Tujuan Malaysia Mendadak Menghilang Usai Sindikat Visa Palsu Terbongkar

JERNIH — Sebuah insiden misterius sekaligus mencengangkan terjadi di Bandara Internasional Hazrat Shahjalal, Dhaka, Bangladesh, pada Jumat (4/7/2026) malam. Sebanyak 61 calon penumpang maskapai Biman Bangladesh Airlines rute penerbangan menuju Malaysia dilaporkan menghilang secara misterius dari area steril bandara dan gagal menaiki pesawat.
Aksi “menghilang massal” ini terjadi sesaat setelah otoritas imigrasi memperketat pemeriksaan dokumen menyusul terbongkarnya sindikat penggunaan visa palsu di pintu keberangkatan.
Penerbangan Biman Bangladesh Airlines malam itu awalnya dijadwalkan mengangkut 288 penumpang menuju Kuala Lumpur, Malaysia. Namun, burung besi tersebut akhirnya lepas landas dengan kondisi kursi yang lowong, hanya membawa 212 penumpang.
Ketegangan dimulai ketika petugas imigrasi berkoordinasi dengan pihak maskapai melakukan inspeksi mendadak. Hasilnya mengejutkan, petugas mendeteksi adanya manipulasi dokumen pada 10 orang yang ternyata sudah duduk manis di dalam kabin pesawat. Mereka langsung dipaksa turun.
Lima calon penumpang lainnya berhasil dihentikan tepat sebelum melintasi gerbang keberangkatan (boarding gate) karena terbukti menggunakan visa palsu yang dimanipulasi.
Drama belum selesai sampai di situ. Tak lama setelah penindakan ke-15 penumpang tersebut, petugas maskapai dan imigrasi menyadari ada anomali besar pada manifes penerbangan.
Ada 61 penumpang lain yang tercatat sudah melakukan check-in resmi dan menyerahkan bagasi, namun keberadaan fisik mereka mendadak raib dan tidak pernah muncul di gerbang keberangkatan.
“Sebagian besar dari mereka diduga kuat sengaja melarikan diri dan meninggalkan area bandara secara diam-diam setelah mengetahui otoritas sedang melakukan razia ketat terhadap dokumen perjalanan,” ungkap salah satu sumber internal bandara kepada VNExpress.
Secara regulasi internasional, penumpang yang sudah melakukan check-in seharusnya langsung mengalir ke konter imigrasi untuk verifikasi paspor dan visa sebelum masuk ke boarding gate. Aksi nekat 61 penumpang yang memilih putar balik dan menerobos keluar bandara ini mengindikasikan bahwa mereka juga menggunakan dokumen ilegal dan takut berhadapan dengan hukum.
Ketegatan imigrasi Bandara Dhaka malam itu bukan tanpa alasan. Mengutip media lokal Bangladesh, bdnews24, otoritas bandara memang sedang memberikan atensi merah (special attention) terhadap seluruh penerbangan yang mengarah ke Malaysia.
Langkah preventif ini diambil menyusul tren buruk dalam beberapa pekan terakhir. Banyak pekerja atau pelancong asal Bangladesh yang sebenarnya mengantongi visa sah, namun tetap ditolak masuk (Not to Land) oleh Imigrasi Malaysia dan dideportasi langsung begitu mendarat di Kuala Lumpur International Airport (KLIA).
Pihak berwenang Bangladesh menyatakan bahwa pengetatan di hulu (Bandara Dhaka) ini sengaja digalakkan demi memutus rantai perdagangan orang, penggunaan dokumen tidak sah, sekaligus menyelamatkan warga negara mereka dari kerugian finansial akibat dideportasi setibanya di Malaysia. Hingga kini, otoritas keamanan bandara masih melakukan pelacakan terhadap identitas 61 penumpang yang menghilang tersebut.






