[JERNIH PIALA DUNIA 2026] 9 Aksi Culas dan Brutal Paraguay yang Nodai Piala Dunia 2026

Alih-alih menyajikan keindahan taktik, Orlando Gill cs justru mengobral provokasi murah, tekel brutal incaran kaki, hingga protes agresif yang mengintimidasi wasit.
WWW.JERNIH.CO – Pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Prancis dan Paraguay di Philadelphia Stadium memperlihatkan suasana yang tidak sedap dipandang..
Jalannya pertandingan justru dinodai oleh berbagai aksi tidak sportif, permainan kasar, hingga upaya kerusuhan yang dilakukan oleh para pemain Paraguay. Taktik fisik yang menjurus kotor ini tertangkap jelas oleh kamera siaran internasional dan memicu kecaman luas dari pencinta sepak bola.
Setidaknya tercatat sembilan perilaku memalukan yang dilakukan oleh kiper Orlando Gill, gelandang Matías Galarza dan timnya.
Sikut Sengaja ke Wajah Lawan
Gelandang Paraguay, Matías Galarza, tertangkap kamera melakukan tindakan kasar yang sangat berbahaya dengan sengaja mendaratkan sikutnya ke arah wajah kapten Prancis, Kylian Mbappé. Aksi ini murni bertujuan untuk mencederai fisik dan merusak fokus mental pemain lawan.
Upaya Sabotase Titik Putih Penalti
Tindakan paling culas dan tidak sportif terjadi ketika wasit menunjuk titik putih untuk Prancis. Sejumlah pemain Paraguay kedapatan merusak dan mengikis tanah di sekitar titik penalti menggunakan pul sepatu mereka. Tujuannya jelas: membuat permukaan tanah tidak rata agar eksekusi penalti Prancis gagal.
Pelemparan Bola Fisik Pasca-Laga
Kiper Paraguay, Orlando Gill, melakukan tindakan memalukan setelah peluit panjang berbunyi. Kecewa karena ajakan jabat tangannya diabaikan, ia dengan sengaja melempar bola dengan keras dari jarak dekat ke arah punggung Mbappé yang sedang berjalan membelakanginya.

Provokasi Murahan yang Memicu Keributan Massal
Aksi pelemparan bola oleh sang kiper memicu keributan massal di pinggir lapangan. Bukannya menenangkan situasi, para pemain dan staf di bangku cadangan Paraguay justru ikut tersulut emosi dan mencoba mengonfrontasi skuad Prancis hingga menciptakan kekacauan pascapertandingan.
Strategi Menyerang Kaki
Sepanjang 90 menit, Paraguay tidak menerapkan taktik sepak bola modern yang bersih. Mereka mengandalkan permainan ultra-defensif yang dikombinasikan dengan tekel-tekel telat yang sengaja mengincar pergelangan kaki para pemain kreatif Prancis seperti Désiré Doué dan Mbappé.
Konfrontasi Fisik Tanpa Bola
Selain insiden sikut Galarza, beberapa pemain belakang Paraguay kerap melakukan intimidasi fisik di luar jangkauan pandangan utama wasit. Mereka terekam kamera mendorong, menarik jersei dengan kasar, dan menginjak kaki pemain Prancis saat situasi bola mati.
Melakukan Protes Berlebihan atas Keputusan VAR
Ketika teknologi VAR membuktikan secara sah bahwa Diego Gómez melakukan pelanggaran di dalam kotak terlarang, para pemain Paraguay melakukan protes massal yang agresif. Mereka mengerumuni wasit Ilgiz Tantashev secara intimidatif untuk menekan sang pengadil lapangan.
Membuang-buang Waktu Sejak Babak Pertama
Saat kedudukan masih imbang 0-0, Paraguay menerapkan taktik mengulur waktu secara berlebihan. Kiper dan pemain belakang mereka sengaja memperlambat tendangan gawang, lemparan ke dalam, dan pura-pura cedera demi merusak ritme permainan cepat yang berusaha dibangun oleh Prancis.
Kegagalan Menerima Kekalahan
Alih-alih mengakui keunggulan lawan secara ksatria setelah kalah 1-0, skuad Paraguay justru meninggalkan lapangan dengan gestur marah, menolak bersalaman secara terhormat dengan tim lawan, dan menunjukkan sikap frustrasi yang tidak profesional.
Secara keseluruhan, keburukan terbesar Paraguay dalam laga ini adalah mengorbankan sportivitas demi hasil instan. Mereka memilih menampilkan permainan fisik yang menjurus kasar dan kotor daripada memperlihatkan kualitas taktik sepak bola yang menghibur di panggung sebesar Piala Dunia.(*)
BACA JUGA: [JERNIH PIALA DUNIA 2026] Mbappe Dikepung 12 Tackle, Tapi Sukses Jinakkan Paraguay






