CrispyDesportare

[JERNIH PIALA DUNIA 2026] Jebakan Mati Kutu A la Ghana buat Three Lions

Menguasai 78% bola dengan 19 tembakan ternyata tak cukup buat Inggris. Dikurung taktik parkir bus 5-4-1 ala Ghana, Harry Kane cs dibuat frustrasi sampai laga bubar.

WWW.JERNIH.CO –  Tim nasional Inggris gagal mengamankan poin penuh setelah ditahan imbang tanpa gol 0-0 oleh Ghana pada laga kedua Grup L Piala Dunia 2026 di Boston Stadium. Hasil ini memicu tanda tanya besar dari para pendukung The Three Lions.

Bagaimana bisa tim yang bertabur pemain bintang dan menguasai jalannya pertandingan hingga 78% penguasaan bola gagal menyarangkan satu gol pun ke gawang lawan?

Penampilan Inggris kali ini bak bumi dan langit jika dibandingkan dengan laga pembuka mereka. Saat melumat Kroasia dengan skor meyakinkan 4-2, armada Thomas Tuchel bermain sangat cair, agresif, dan klinis di depan gawang.

Perbedaan mendasar terletak pada ruang gerak dan kecepatan transisi. Melawan Kroasia yang bermain lebih terbuka, Jude Bellingham, Anthony Gordon, dan Noni Madueke mendapatkan ruang untuk mengeksploitasi lini pertahanan lawan melalui kecepatan mereka. Sebaliknya, saat menghadapi Ghana, Inggris dipaksa bermain lambat karena ruang di sepertiga akhir lapangan ditutup rapat-rapat, membuat aliran bola menjadi monoton dan mudah diprediksi.

Kelemahan terbesar Inggris dalam pertandingan ini adalah ketiadaan kreativitas di ruang sempit dan penyelesaian akhir yang buruk. Kendati melepaskan 19 tembakan, koordinasi lini depan Inggris yang dikomandoi Harry Kane tampak tumpul.

Kane dibuat terisolasi oleh bek-bek Ghana, dan ketika peluang emas itu akhirnya datang pada menit ke-87—saat sundulan Nico O’Reilly membentur mistar gawang—bola muntah yang menyasar ke kaki Kane justru melambung tinggi di atas mistar.

Di sisi lain, apresiasi tinggi wajib diberikan kepada strategi Carlos Queiroz. Pelatih Ghana tersebut menerapkan formasi defensif ultra-kompak 5-4-1 yang sangat disiplin secara fisik.

“Rencana kami adalah memblokir dan membuat mereka frustrasi sejak menit pertama,” ujar Queiroz selepas laga.

Strategi ini terbukti jitu karena lapisan gelandang dan bek Ghana bermain sangat rapat, memaksa Inggris melakukan tembakan-tembakan spekulasi dari luar kotak penalti. Ghana bahkan sesekali mengancam lewat serangan balik cepat yang dimotori Abdul Fatawu dan Antoine Semenyo.

Top Player: Benjamin Asare

Kiper Ghana ini menjadi pahlawan dengan mencatatkan clean sheet di laga debut Piala Dunianya. Ia melakukan penyelamatan krusial, termasuk menepis tendangan jarak dekat Anthony Gordon dan sepakan melengkung Bukayo Saka di babak kedua.

Ia bersama Thomas Partey yang jadi jenderal lapangan tengah yang menjadi jangkar utama dalam memotong aliran bola kreativitas Jude Bellingham sebelum masuk ke area penalti.

Manajer Inggris, Thomas Tuchel, mengakui bahwa disiplin sang lawan sempat mengejutkan anak asuhnya.

“Mereka bertahan dengan banyak determinasi dan disiplin yang tinggi. Ghana menunjukkan permainan fisik paling intens yang saya lihat di turnamen ini,” kata Tuchel.

Ia juga menolak anggapan bahwa Inggris terlalu bergantung pada Harry Kane, melainkan memuji bagaimana sempitnya ruang yang sengaja diciptakan oleh taktik bertahan total Ghana yang membuat Kane kesulitan bergerak.

Meski hanya meraih satu poin, posisi Inggris sebetulnya masih sangat aman di puncak klasemen Grup L dengan raihan 4 poin (unggul produktivitas gol dari Ghana). Pada laga pamungkas fase grup nanti, Inggris dijadwalkan bersua Panama, tim yang di atas kertas merupakan tim terlemah di grup ini karena sudah menelan dua kekalahan beruntun.

Secara matematis, Inggris hanya membutuhkan hasil imbang untuk mengunci tiket lolos ke babak 32 besar. Mengingat mewahnya skuad The Three Lions, laga kontra Panama seharusnya bisa menjadi momentum bagi Thomas Tuchel untuk mengembalikan ketajaman lini serangnya sebelum memasuki fase gugur yang sesungguhnya.(*)

BACA JUGA: [JERNIH PIALA DUNIA 2026] Mo Salah Belum Habis, Gaya Main Sang Kapten Hancurkan Selandia Baru

Back to top button