[JERNIH PIALA DUNIA 2026] Korea Selatan di Ujung Tanduk Tunggu Nasib Baik

Kekalahan menyakitkan saat menguasai pertandingan malah dibobol lawan. Sudah begitu, masih harus menunggu nasib baik agar bisa lolos ke babak 32 besar. Inilah Korea Selatan.
WWW.JERNIH.CO – Skenario buruk yang sama sekali tidak diduga oleh publik sepak bola Asia akhirnya menjadi kenyataan di Stadion BBVA, Monterrey. Tim nasional Korea Selatan dipaksa menelan pil pahit setelah takluk 0-1 dari Afrika Selatan pada laga terakhir Grup A Piala Dunia 2026. Kekalahan ini membuat posisi Taegeuk Warriors yang awalnya kokoh di peringkat kedua, langsung digusur oleh Afrika Selatan.
Dengan hasil ini, Meksiko melaju mulus sebagai juara grup setelah menyapu bersih kemenangan, termasuk melibas Ceko 3-0. Afrika Selatan mengekor di posisi kedua dengan 4 poin. Sementara Korea Selatan tertahan di peringkat ketiga dengan koleksi 3 poin, senasib dengan Ceko yang terdampar di dasar klasemen dan dipastikan langsung pulang.
Bagi Son Heung-min dan kawan-kawan, posisi ketiga ini membuat mereka berada di ujung tanduk, sembari berharap cemas pada keajaiban jalur “peringkat ketiga terbaik” untuk bisa lolos ke babak 32 besar.
Memasuki pertandingan, pelatih Korea Selatan mengambil keputusan berani—dan cenderung berjudi—dengan membangkucadangkan sang kapten sekaligus jimat tim, Son Heung-min, demi penyegaran lini depan dengan memainkan Oh Hyeon-gyu dan Hwang Hee-chan sejak menit awal.

Korea Selatan sebenarnya mendominasi jalannya pertandingan sejak peluit pertama dibunyikan. Kolaborasi lini tengah yang dimotori Lee Kang-in berulang kali merepotkan barisan pertahanan Bafana Bafana. Peluang emas sempat tercipta di awal laga lewat sundulan Kim Min-jae, namun sayang bola masih bisa disapu tepat di garis gawang oleh bek Afrika Selatan.
Keasyikan menyerang justru menjadi petaka bagi Korea Selatan. Pada menit ke-63, melalui sebuah skema serangan balik yang sangat cepat dan tajam, Thapelo Maseko berhasil melepaskan tembakan mendatar ke pojok kiri gawang yang gagal dihalau oleh kiper Kim Seung-gyu.
Korea Selatan mendominasi hingga 61%, namun pertahanan ketat Afrika Selatan membuat aliran bola mereka minim kreativitas.
Tertinggal satu gol, barulah Son Heung-min dimasukkan ke lapangan. Masuknya sang bintang sempat menghidupkan asa, namun disiplinnya pertahanan Afrika Selatan yang digalang Ronwen Williams membuat skor 1-0 bertahan hingga laga usai.
Untungnya Korea Selatan sempat mengamankan kemenangan krusial 2-1 atas Ceko di laga pembuka lewat aksi comeback dramatis. Artinya, performa mereka tidak sekosong edisi 1954, 1990, atau 2014 di mana mereka sama sekali gagal meraih kemenangan.
Dengan adanya babak 32 besar, finis di peringkat ketiga tidak serta-merta membuat tim langsung angkat koper seperti edisi-edisi terdahulu. Peluang Korea Selatan lolos sebagai salah satu dari 8 tim peringkat ketiga terbaik secara matematis masih terbuka, meski nasib mereka kini bergantung pada hasil pertandingan di grup lain.(*)
BACA JUGA: [JERNIH PIALA DUNIA 2026] Supersub Oh Hyeon-gyu Bawa Korea Selatan Gulung Ceko 2-1!






