[JERNIH PIALA DUNIA 2026] Rakyat Ekuador Libur Sehari Usai Timnasnya Kandaskan Jerman

Prestasi Ekuador pasang surut sejak ikut pertama kali di Piala Dunia 2002. Tapi capaian 2026 yang kalahkan Jerman dan lolos 32 besar adalah luar biasa.
WWW.JERNIH.CO – Dunia dikejutkan oleh performa luar biasa tim nasional Ekuador yang berhasil mengamankan tiket ke babak 32 besar setelah menumbangkan raksasa Eropa sekaligus juara dunia empat kali, Jerman, dengan skor tipis 2-1 dalam laga pamungkas Grup E yang dramatis. Kemenangan ini memicu gelombang euforia luar biasa yang melanda seluruh penjuru negeri di Amerika Selatan tersebut, membuktikan bahwa status tim non-unggulan bukan halangan untuk menciptakan sejarah besar.
Merespons pencapaian historis yang melampaui semua ekspektasi ini, Presiden Ekuador, Daniel Noboa, langsung mengambil langkah tidak biasa demi mengapresiasi perjuangan tim nasional. Melalui akun resmi media sosial X miliknya, Presiden Noboa secara resmi mengumumkan hari Jumat (26 Juni) sebagai hari libur nasional agar seluruh rakyat Ekuador dapat berpesta dan merayakan kelolosan tim nasional mereka ke fase gugur. D
Dalam unggahannya yang emosional, ia menulis: “Terima kasih kepada para pemain dan pelatih yang, terlepas dari kritik, penghinaan, dan momen-momen sulit yang mereka lalui, berhasil bangkit dan memberikan kegembiraan luar biasa ini kepada seluruh negeri. Besok, hari libur!”

Apresiasi tinggi dari sang presiden memang sangat beralasan jika melihat perjuangan dramatis La Tri—julukan timnas Ekuador—yang sempat berada di ujung tanduk. Sebelum laga hidup-mati melawan Jerman, skuad asuhan Sebastián Beccacece ini sempat dihujani kritik tajam akibat performa buruk di dua laga awal, yakni kalah 0-1 dari Pantai Gading dan ditahan imbang tanpa gol (0-0) oleh tim lemah Curacao.
Jika menengok ke belakang, Ekuador memang bukanlah tim tradisional atau raksasa sepak bola yang rutin diunggulkan di kancah global. Kendati demikian, sejarah mencatat bahwa negara ini memiliki reputasi sebagai tim kuda hitam yang kerap merepotkan dan mengejutkan negara-negara besar di setiap partisipasinya pada turnamen terakbar empat tahunan ini.
Rekam jejak Ekuador di kancah Piala Dunia dimulai lewat debut manis pada edisi 2002 di Korea Selatan dan Jepang, di mana mereka berhasil memetik kemenangan perdana yang bersejarah atas Kroasia (1-0) meski harus terhenti di fase grup.
Tren positif tersebut memuncak pada Piala Dunia 2006 di Jerman, saat La Tri mengukir capaian terbaik sepanjang sejarah sepak bola mereka dengan menembus babak 16 besar sebagai runner-up grup, sebelum akhirnya disingkirkan oleh Inggris secara terhormat lewat gol tunggal tendangan bebas David Beckham.
Setelah pencapaian emas tersebut, Ekuador sempat mengalami pasang surut dan tertahan di fase grup pada edisi 2014 di Brasil, meski sempat menahan imbang Prancis, serta pada edisi 2022 di Qatar usai kalah dari Senegal di laga penentu.
Namun, momentum kebangkitan besar akhirnya tercipta pada Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko; lewat performa yang heroik, mereka berhasil melaju ke babak 32 besar setelah menumbangkan Jerman 2-1, yang sekaligus menjadi kemenangan perdana Ekuador atas tim asal Eropa di ajang Piala Dunia sejak 2006 silam.(*)
BACA JUGA: [JERNIH PIALA DUNIA 2026] 7 Kecerobohan Jerman hingga Ditindas Ekuador






