[JERNIH PIALA DUNIA 2026] Aksi Brutal 4 Pemain Qatar dan Afrika Selatan yang Berujung Keluar dari Lapangan

Lapangan hijau atau ring tinju? Hingga 27 Juni, 10 pemain sudah diusir wasit di Piala Dunia 2026. Sorotan tajam tertuju pada pilar Qatar dan Afrika Selatan yang membungkus kartu merah terbanyak.
WWW.JERNIH.CO – Tensi tinggi Piala Dunia 2026 bisa memicu perilaku kelewat batas. Hingga 27 Juni 2026sudah 10 pemain diusir di lapangan akibat diganjar kartu merah.
Ada dua negara, Qatar dan Afrika Selatan, mendadak jadi sorotan global setelah masing-masing menyumbang dua pemain yang diusir paksa dari lapangan.
Alih-alih pamer skill magis, keempat penggawa ini justru terlibat aksi indisipliner ekstrem yang membuat wasit tanpa ampun langsung merogoh kantong belakang mereka.
Assim Madibo (Qatar)
Sorotan pertama tertuju pada laga horor saat Qatar dihantam Kanada dengan skor telak 0-6 di Vancouver, di mana gelandang bertahan Qatar, Assim Madibo, nekat meluncurkan tekel maut yang super ceroboh. Madibo terlambat mengantisipasi bola dan menghantam keras gelandang Kanada, Ismaël Koné, yang seketika ambruk kesakitan di lapangan.

Meski awalnya wasit hanya memberikan kartu kuning, intervensi Video Assistant Referee (VAR) langsung mengubah drama tersebut menjadi kartu merah langsung, setelah tayangan ulang memperlihatkan betapa ngerinya terjangan tersebut yang sampai membuat kaki Koné patah parah dan harus dilarikan ke ruang operasi.
Homam Ahmed (Qatar)
Masih di pertandingan yang sama, frustrasi hebat benar-benar meruntuhkan mental skuad Qatar hingga lini pertahanan mereka kocar-kacir tak tersisa. Sang bek kiri, Homam Ahmed, tak mampu lagi menahan emosi melihat gempuran bertubi-tubi dari tim lawan yang membuat timnya hancur lebur.

Akibatnya, Ahmed nekat melakukan rentetan pelanggaran taktis yang dinilai merusak nilai sportivitas demi menghentikan laju pemain Kanada, yang berujung pada pengusiran dirinya oleh wasit Cristián Garay dan memaksa Qatar melanjutkan sisa laga dengan hanya 9 pemain.
Sphephelo Sithole (Afrika Selatan)
Sementara itu, atmosfer mencekam di Estadio Azteca juga memakan korban ketika Afrika Selatan menantang sang tuan rumah, Meksiko, dalam laga pembuka yang berjalan super chaos. Sphephelo Sithole mendadak masuk buku sejarah kelam setelah terlibat duel fisik yang sangat membahayakan keselamatan pemain lawan di tengah intimidasi ribuan suporter tuan rumah.

Tak pakai lama, wasit asal Brasil, Wilton Sampaio, langsung mengganjar Sithole dengan kartu merah instan, menjadikannya salah satu dari tiga pemain yang harus angkat kaki lebih cepat dalam laga penuh emosi tersebut.
Themba Zwane (Afrika Selatan)
Drama di Meksiko ternyata belum usai karena pemain veteran sekaligus motor serangan Afrika Selatan, Themba Zwane, justru ikut-ikutan kehilangan akal sehatnya. Terpancing oleh atmosfer stadion yang kian membara, Zwane melakukan protes keras yang berlebihan dan terlibat kontak fisik tak penting yang langsung dihadiahi kartu merah oleh sang pengadil lapangan.

Pengusiran ganda Sithole dan Zwane ini pun sukses mengukir rekor gila yang belum pernah terjadi sebelumnya, yakni lahirnya tiga kartu merah sekaligus dalam satu pertandingan pembuka Piala Dunia!
Paling Mengerikan
Dari seluruh aksi brutal tersebut, tekel horor Assim Madibo jelas dinobatkan sebagai pelanggaran paling berat dan mengerikan karena mengancam karier pesepak bola lain di panggung sebesar Piala Dunia.
Alhasil, FIFA langsung menjatuhkan sanksi super tegas, di mana Ahmed, Sithole, dan Zwane hanya dihukum larangan bertanding standar sebanyak 1 hingga 2 laga, sementara Madibo resmi diskorsing berat sebanyak 5 pertandingan resmi!
Hukuman mati kutu bagi Madibo ini tidak hanya mengakhiri nafasnya di sisa laga Piala Dunia 2026, tetapi juga terus membuntutinya ke kompetisi resmi FIFA di masa depan.(*)
BACA JUGA: [JERNIH PIALA DUNIA 2026] 7 Kecerobohan Jerman hingga Ditindas Ekuador






