Crispy

Kades di Purbalingga Beri Kompensasi 50 Ribu Warga Yang Diisolasi

PURBALINGGA-Demi menjaga keselamatan dan kesehatan warganya, seorang kepala desa di Purbalingga memutuskan mengisolasi desanya dengan untuk menutup akses masuk dan keluar desanya. Keputusan itu diambil setelah satu warganya dinyatakan positif virus Covid-19.

Kepala desa yang berani mengambil kebijakan itu adalah Kepala Desa Gunungwuled, Nashirudin Latif dari Kecamatan Rembang, Purbalingga, Jawa Tengah.

“Betul kami local lockdown satu dusun, Dusun Bawahan,” kata Latif ketika dihubungi hari Sabtu, (28/3/2020).

Baca juga: Ini Lima Propinsi Yang Disebut Wilayah Transmisi Lokal Covid-19

Menurut latif kebijakan itu diambil untuk mencegah penularan Covid-19 menyusul keluarnya hasil swab salah satu warga dusun yang dinyatakan positif Covid-19 pada hari Rabu (25/3/2020).

“Ada satu warga yang baru pulang dari Jakarta dalam kondisi sakit, sempat dirawat di RSUD Goeteng dan dipulangkan karena kondisinya membaik, tapi beberapa hari setelahnya baru keluar hasil swab dan positif Covid-19,”

Baca juga; Ini Lima Propinsi Yang Disebut Wilayah Transmisi Lokal Covid-19

Pemerintah Desa (Pemdes) Gunungwuled, menutup satu-satunya jalan masuk ke dusun dengan memasang portal, menolak warga luar desa yang hendak masuk desanya serta menghalau semua kendaraan yang lalu-lalang.

Latif kemudian memanfaatkan Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) untuk menanggung biaya hidup warga dusun yang diisolasi agar warganya tetap tinggal dirumah tdan aat dengan program social distancing.

Baca juga: Kapolri Terbitkan Maklumat Dan Larang Kegiatan Libatkan Massa
Mereka yang mendapat bantuan adalah 30 Kepala Keluarga Dusun Bawahan. Petugas kesehatan melakukan tracking siapa saja yang pernah kontak dengan pasien Covid-19 dan menetapkan 30 KK tersebut telah berinteraksi dengan pasien itu.

“Kami secara mandiri melakukan tracking dengan siapa saja korban ini berinteraksi langsung dan menemukan sedikitnya 90 orang dari 30 Kepala Keluarga (KK) di tiga dusun,”.

Latif menjelaskan, setelah dipulangkan dari rumah sakit, banyak warga yang datang menjenguk ke rumah. Ketika pasien tersebut divonis positif Covid-19, para pembezuk menjadi panik demikian juga warga desa lainnya.

Kebijakan mengisolasi Dukuh Bawahan serta rencana Pemdes akan menanggung biaya hidup warga yang isolasi mandiri sebesar Rp 50.000 per KK per hari telah dilaporkan pada Bupati Purbalingga. Menurutnya Bupati Purbalingga yang memberi respon positif tindakannya.

“Biaya hidup dari 30 KK selama 14 hari, jadi total sekitar Rp 21 juta. Akan dialokasikan dari APBDes, tapi dari hasil konsultasi dengan bupati katanya mau di back up,” katanya.

(tvl)

Back to top button