Kapal Kargo Korea Selatan Diserang di Selat Hormuz, Seoul Siap Beri Balasan Tegas

JERNIH – Eskalasi di jalur pelayaran paling vital di dunia, Selat Hormuz, kembali memuncak. Pemerintah Korea Selatan melalui Istana Kepresidenan (Blue House) secara resmi mengecam keras serangan terhadap kapal kargo miliknya yang terjadi bulan ini. Seoul menegaskan akan menyiapkan respons balasan setelah dalang serangan teridentifikasi secara pasti.
Kapal bernama Namu, yang dioperasikan oleh raksasa pelayaran HMM Co., dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat serangan yang memicu kebakaran di ruang mesin.
Penasihat Keamanan Nasional Korea Selatan, Wi Sung-lac, mengungkapkan bahwa tim ahli telah melakukan analisis forensik saat kapal bersandar di pelabuhan Dubai. Kerusakan terdeteksi pada bagian buritan kiri (port stern) kapal.
“Kami mengecam tindakan ini dengan istilah yang paling keras. Ini adalah serangan terhadap kapal komersial yang tidak dapat dibenarkan,” tegas Wi Sung-lac dalam pengarahan pers, Senin (11/5/2026).
Pihak Korea Selatan menekankan bahwa kapal Namu tidak melanggar aturan apa pun saat melintas di perairan lepas pantai Uni Emirat Arab, sehingga serangan tersebut murni merupakan tindakan provokasi ilegal.
Presiden AS Donald Trump langsung bereaksi keras dengan menuduh Iran sebagai aktor di balik serangan tersebut. Trump bahkan mendesak Seoul untuk segera bergabung dengan satuan tugas pimpinan AS guna mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Namun, pemerintah Korea Selatan memilih sikap lebih diplomatis. Meskipun ada hantaman kuat pada lambung kapal, Blue House menyatakan belum bisa memastikan peran Iran dalam insiden ini.
Kedutaan Besar Iran di Korea Selatan merilis pernyataan singkat pada Senin (1/5/2026) pagi. Mereka menyatakan belum memiliki posisi resmi terkait insiden tersebut, namun berjanji akan memberikan pembaruan jika ada informasi lebih lanjut dari Teheran.
Sebelumnya, Iran secara konsisten membantah bertanggung jawab atas berbagai insiden serangan kapal di wilayah tersebut, di tengah blokade laut yang dilakukan oleh Amerika Serikat.






