Kilang Minyak Haifa Membara: Serangan Rudal Iran Hantam Jantung Energi Israel, Saham Bazan Anjlok

JERNIH – Stabilitas energi Israel terguncang hebat setelah gelombang serangan rudal dan drone Iran berhasil menembus sistem pertahanan udara dan menghantam fasilitas vital di Haifa. Bazan Group, operator kilang minyak terbesar di Haifa, mengonfirmasi adanya kerusakan signifikan pada infrastruktur listrik dan sistem eksternal kritis yang melumpuhkan operasional mereka.
Serangan ini memicu kebakaran besar di kawasan Teluk Haifa dan merusak jaringan pipa serta transmisi energi. Dampaknya langsung terasa di lantai bursa; saham Bazan Group dilaporkan terjun bebas lebih dari 10% di Bursa Efek Tel Aviv sesaat setelah berita kerusakan tersebut tersebar.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menyatakan bahwa serangan pada 19 Maret ini merupakan balasan langsung atas operasi gabungan AS-Israel yang sebelumnya menghantam ladang gas South Pars milik Iran.
Tidak hanya kilang di Haifa, fasilitas penyulingan di Isdud (Ashdod) serta stasiun pembangkit listrik juga menjadi sasaran empuk hujan rudal Teheran. Pihak Bazan Group menyatakan bahwa proses perbaikan akan memakan waktu beberapa hari, sementara fasilitas lainnya masih dalam tahap restarting yang berisiko.
Sementara itu, media lokal Israel melaporkan dampak langsung di wilayah Rehovot, sebelah selatan Tel Aviv. Serangan rudal Iran dilaporkan menghantam sebuah bangunan dan melukai sedikitnya delapan orang.
Satu orang dilaporkan dalam kondisi kritis, sementara tujuh lainnya mengalami luka ringan di tiga lokasi berbeda. Suara sirine tanda serangan udara terus meraung di pinggiran selatan Tel Aviv, Isdud, hingga wilayah Galilaea Barat akibat kekhawatiran infiltrasi drone besar-besaran.
Serangan yang terjadi pada 20 Maret 2026 ini tercatat sebagai gelombang ke-67 dari Operasi True Promise 4. IRGC mendedikasikan operasi ini untuk mengenang juru bicara mereka, Brigjen Ali Mohammad Naeini, yang gugur sebelumnya.
Dalam gelombang terbaru ini, Iran mengerahkan kombinasi mematikan. Iran menggunakan rudal balistik dan klaster menggunakan sistem jarak menengah hingga jauh dengan bahan bakar cair dan padat untuk akurasi tinggi.
Drone Kamikaze juga digunakan secara ekstensif untuk membingungkan sistem radar. Target strategis fokus pada pusat satelit, radar, dan pusat pertahanan udara Israel di wilayah tengah, selatan, hingga utara.
Eskalasi ini menunjukkan bahwa Iran tidak menunjukkan tanda-tanda akan mengendur, justru semakin meningkatkan intensitas serangan yang menyasar langsung urat nadi ekonomi dan pertahanan lawan.






