Kisah Alexandra Eala, Bocah Berpipi Tembam yang Pulangkan Iga Swiatek

Dari latihan modal majalah tenis di Manila hingga menaklukkan Centre Court Wimbledon. Alexandra Eala cetak sejarah emas sebagai petenis Filipina pertama yang lolos ke minggu kedua Grand Slam usai tumbangkan sang juara bertahan!
WWW.JERNIH.CO – Kejutan terbesar di turnamen Grand Slam Wimbledon terjadi di Lapangan Utama (Centre Court). Petenis muda berbakat asal Filipina, Alexandra “Alex” Eala, berhasil menumbangkan juara bertahan sekaligus unggulan ketiga asal Polandia, Iga Swiatek.
Dalam laga putaran ketiga yang berlangsung sengit selama 84 menit pada set pertama saja, Eala yang datang sebagai unggulan ke-29 menyudahi perlawanan Swiatek dengan skor akhir 7-6 (11-9) dan 6-2. Kemenangan ini tidak hanya memaksa sang juara bertahan pulang lebih awal, tetapi juga mengukir sejarah emas baru bagi dunia olahraga Asia Tenggara.

Sebelum menggetarkan panggung Wimbledon, Alex Eala hanyalah seorang anak perempuan dengan pipi tembam yang hobi mengejar bola tenis. Lahir dari keluarga yang mencintai olahraga, Alex mengenal raket sejak usia empat tahun di Valle Verde Country Club, Pasig, Filipina.
“Saya dilatih oleh kakek saya selama 10 tahun pertama karier saya. Dari usia 3,5 hingga 13 tahun, dialah yang membimbing kami,” kenang Eala.
Kakeknya, Roberto Maniego, melatih Alex dan kakak laki-lakinya, Miko Eala, bermodalkan pengetahuan dari majalah-majalah tenis karena tidak memiliki latar belakang pelatih formal.
Setiap hari sepulang sekolah, di tengah minimnya fasilitas tenis berstandar internasional di Filipina, Alex dan Miko selalu menghabiskan waktu bersama di lapangan. Di bawah terik matahari Manila, dengan segala keterbatasan peralatan dan pendanaan mandiri dari keluarga, kedua bersaudara ini saling memacu kemampuan. Miko menjadi partner latihan, sekaligus inspirasi terbesar bagi Alex untuk terus mengayunkan raketnya.
Titik balik kehidupan Alex terjadi pada Januari 2018. Di usia yang baru 12 tahun, ia terbang ke Prancis dan mencetak sejarah sebagai pemain wild card pertama yang menjuarai turnamen junior bergengsi dunia, Les Petits As.
Permainan defensif yang solid dan pukulan forehand kidalnya yang bertenaga langsung memikat tim pemandu bakat dari Rafa Nadal Academy (RNA) di Manacor, Spanyol. Kagum dengan talenta mentahnya, akademi milik legenda tenis Rafael Nadal tersebut menawarkan beasiswa penuh (full scholarship) untuk Alex dan juga kakaknya, Miko.
Pindah ke Spanyol di usia 13 tahun bukanlah hal mudah karena harus berpisah dari orang tua. Namun, pengorbanan itu terbayar lunas. Di sana, Alex ditempa secara profesional dan berhasil lulus sekolah pada tahun 2023, di mana diploma kelulusannya diserahkan langsung oleh Rafael Nadal sendiri.

Melalui kemenangan atas Swiatek ini, Alexandra Eala resmi menjadi petenis Filipina pertama dalam sejarah (baik sektor putra maupun putri) yang berhasil lolos ke putaran keempat atau “minggu kedua” (second week) dalam turnamen Grand Slam nomor tunggal di Open Era.
Sebelumnya, ia telah memegang rekor sebagai petenis Filipina pertama yang menjuarai Grand Slam Junior (US Open 2022). Kini, pembuktiannya di level profesional berjalan semakin nyata.
Sesaat setelah melepaskan pukulan forehand penentu kemenangan, Alex langsung menjatuhkan diri dan telentang di atas rumput hijau Lapangan Utama Wimbledon. Sambil berkaca-kaca menatap tribun yang dipenuhi bendera Filipina, ia memberikan pidato pasca-pertandingan (on-court speech) yang sangat menyentuh;
“Saya tidak tahu bagaimana harus menggambarkannya. Bisa melangkah ke minggu kedua turnamen Grand Slam terasa luar biasa bagi saya. Iga adalah pemain yang fenomenal dan orang yang sangat baik, jadi saya sangat bersyukur bisa berbagi lapangan dengannya di Wimbledon. Sungguh luar biasa melihat begitu banyak warga negara saya bersorak di sini dan tahu bahwa kita semua berjuang bersama-sama. Kemenangan ini saya persembahkan untuk mereka, untuk keluarga saya, dan untuk semua anak-anak perempuan kecil di luar sana yang memakai kaus kaki berenda dan memiliki pipi tembam. Kemenangan ini sangat berarti bagi dunia saya. Terima kasih telah menyemangati saya!” (*)
BACA JUGA: Janice Tjen Singkirkan Leylah Fernandez dua Set Langsung






