CrispyDesportare

Naomi Osaka Depak Sabalenka dari Wimbledon

Sebelumnya Swiatek diganjal petenis Filipina, Elea. Selanjutnya unggulan pertama Wimbledon 2026 Sabalenka harus pulan didepak petenis Jepang, Naomi Osaka.

WWW.JERNIH.CO – ​ Kejutan terbesar di Wimbledon 2026 terjadi saat mantan petenis nomor satu dunia, Naomi Osaka, menumbangkan unggulan pertama dunia, Aryna Sabalenka, dengan skor meyakinkan 6-2, 7-6(2) pada babak 16 besar. Kemenangan tersebut tidak hanya mengantarkan Osaka ke perempat final Wimbledon untuk pertama kalinya sepanjang kariernya, tetapi juga mengakhiri dominasi Sabalenka yang sebelumnya sangat konsisten di turnamen Grand Slam.

Osaka tampil nyaris tanpa cela sejak awal pertandingan. Ia langsung mengambil alih permainan lewat servis yang tajam, pengembalian bola agresif, dan pukulan-pukulan datar yang membuat Sabalenka kesulitan mengembangkan permainan. Pada set pertama, Osaka mencatat 21 winner sepanjang pertandingan dan terus menekan sehingga Sabalenka dipaksa melakukan banyak kesalahan sendiri.

Kunci kemenangan Osaka terletak pada beberapa aspek. Pertama, efektivitas servis pertamanya mampu memberikan banyak poin gratis sehingga tekanan terhadap servis sendiri sangat minim. Kedua, pergerakannya di lapangan rumput jauh lebih nyaman dibandingkan musim-musim sebelumnya.

Ia mengakui perkembangan itu merupakan hasil kerja keras bersama pelatihnya, Tomasz Wiktorowski, yang membantunya memahami karakter permainan di lapangan rumput. Selain itu, ia tampil jauh lebih tenang ketika menghadapi momen-momen penting, termasuk saat memenangi tie-break set kedua yang sekaligus mematahkan rekor Sabalenka yang sebelumnya tak terkalahkan dalam 21 tie-break Grand Slam secara beruntun.

Sebaliknya, petenis Rusia itu justru memperlihatkan sejumlah kelemahan yang jarang terlihat sepanjang musim ini. Petenis nomor satu dunia itu terlalu sering memaksakan pukulan keras dari baseline tanpa mampu mengendalikan akurasi. Banyak bola yang keluar lapangan akibat terburu-buru mencari winner.

Ketika Osaka mampu mengembalikan bola dengan kedalaman yang baik, Sabalenka kehilangan kesabaran dan mulai frustrasi. Emosinya juga terlihat beberapa kali di lapangan, termasuk saat berteriak karena kesal dan bahkan memukul bola keluar stadion setelah kalah pada match point.

Kekalahan ini menjadi salah satu hasil paling mengejutkan bagi Sabalenka. Selain menjadi kekalahan dua set langsung pertamanya di Grand Slam sejak 2020, hasil tersebut juga menghentikan rentetan 14 penampilan beruntun di babak perempat final turnamen Grand Slam.

Usai pertandingan, Sabalenka tidak menutupi rasa kecewanya. Dengan nada bercanda namun penuh frustrasi, ia mengatakan ingin “benar-benar mabuk” agar bisa melupakan kekalahan tersebut. Ia mengaku merasa telah merusak peluangnya sendiri dan membutuhkan waktu untuk menjauh sejenak dari tenis sebelum kembali fokus menghadapi target berikutnya, yakni US Open.

Sementara itu, kemenangan Osaka semakin menegaskan kebangkitannya sejak kembali ke tur profesional pascamelahirkan putrinya pada 2023. Selama Wimbledon tahun ini, ia belum kehilangan satu set pun dan kini mulai dianggap sebagai salah satu kandidat kuat juara, meski sebelumnya rumput merupakan permukaan yang paling tidak bersahabat baginya.

Wimbledon 2026 sendiri memang menjadi kuburan bagi sejumlah petenis unggulan. Selain Sabalenka, beberapa nama besar juga telah tersingkir lebih awal. Iga Świątek harus mengakhiri langkahnya sebelum fase akhir turnamen, demikian pula Elena Rybakina yang gagal melanjutkan kiprahnya.

Di sektor putra, unggulan seperti Casper Ruud dan Andrey Rublev juga sudah lebih dahulu tersingkir, menunjukkan betapa ketat dan sulitnya persaingan di All England Club tahun ini.(*)

BACA JUGA: Kisah Alexandra Eala, Bocah Berpipi Tembam yang Pulangkan Iga Swiatek

Back to top button