Mesin Mengeluarkan Api, Pesawat SWISS Air Gagal Lepas Landas di Delhi

Insiden dramatis menimpa pesawat Airbus A330-300 penerbangan SWISS LX147 saat hendak menuju Zurich. Pilot terpaksa melakukan pengereman darurat di kecepatan tinggi.
WWW.JERNIH.CO – Ketegangan menyelimuti Bandara Internasional Indira Gandhi pada Sabtu dini hari (26/4). Pesawat SWISS International Air Lines dengan nomor penerbangan LX147 rute Delhi-Zurich terpaksa membatalkan lepas landas (aborted takeoff) sesaat sebelum mengudara akibat kegagalan mesin.
Insiden ini mengakibatkan evakuasi darurat yang menyebabkan enam penumpang mengalami luka-luka. Peristiwa bermula sekitar pukul 01.17 waktu setempat. Pesawat Airbus A330-300 (registrasi HB-JHK) sedang melakukan akselerasi cepat di landasan pacu 28. Namun, saat kecepatan mencapai 104 knot (sekitar 192 km/jam), kru pesawat mendeteksi adanya masalah serius pada mesin nomor 1 di sisi kiri.
Sejumlah saksi mata melaporkan terdengar suara dentuman keras yang disusul munculnya asap dan percikan api dari area mesin kiri. Menghadapi situasi kritis tersebut, pilot segera melakukan prosedur Rejected Takeoff (RTO)—sebuah manuver pengereman darurat yang sangat teknis—untuk menghentikan pesawat sebelum kehabisan landasan.
Begitu pesawat berhasil berhenti dengan aman, kru pesawat segera menilai risiko kebakaran. Sebagai langkah pencegahan, perintah evakuasi dikeluarkan. Sebanyak 245 orang di dalam pesawat (termasuk 4 bayi dan 13 kru) diminta keluar menggunakan seluncuran darurat (emergency slides).
Meski proses evakuasi berjalan cukup tertib, enam orang dilaporkan terluka saat meluncur turun ke landasan pacu. Dua di antaranya mengalami patah tulang kaki dan harus dilarikan ke Rumah Sakit Medanta. Sebagian besar korban luka lainnya telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan medis ringan.
Pihak SWISS segera mengaktifkan gugus tugas krisis dan mengirimkan tim teknis dari Zurich ke Delhi. “Kru memutuskan untuk mengevakuasi pesawat sebagai tindakan pencegahan setelah menilai situasi mesin. Kami menyesali ketidaknyamanan yang dialami para penumpang,” tulis pernyataan resmi maskapai.
Seluruh penumpang yang selamat langsung diberikan fasilitas hotel dan bantuan pengaturan ulang jadwal penerbangan (rebooking).
Hingga saat ini, penyebab pasti kegagalan mesin tersebut masih misteri. Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil India (DGCA) bersama tim teknis SWISS sedang mendalami beberapa kemungkinan, di antaranya kerusakan komponen internal mesin, Foreign Object Damage (FOD) atau masuknya benda asing ke mesin, jug abisa jadi karena faktor pemeliharaan rutin.
Meskipun landasan pacu 28 sempat ditutup beberapa jam untuk proses inspeksi, operasional Bandara Delhi tetap berjalan normal. Cuaca saat kejadian dilaporkan cukup baik meski sedikit berkabut, sehingga faktor alam dikesampingkan dalam investigasi ini.
Keberhasilan pilot menghentikan pesawat berbadan lebar dalam kecepatan tinggi ini dipuji sebagai tindakan yang tepat guna mencegah kecelakaan yang jauh lebih fatal.(*)
BACA JUGA: Airbus Recall 6.000 Unit A320, Penerbangan Global Terganggu






