Serangan Udara AS Hantam Jalur Kereta Mashhad, Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Tertunda

JERNIH — Gelombang serangan udara yang diluncurkan militer Amerika Serikat semalam memicu kekacauan besar di jantung Iran. Otoritas Teheran terpaksa menunda upacara pemakaman mendiang Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei di kota suci Mashhad pada Kamis (9/7/2026), setelah rudal-rudal AS menghancurkan infrastruktur kereta api utama yang menghubungkan ibu kota ke kota suci tersebut.
Pemerintah Iran langsung menuduh Washington sengaja menargetkan rute transportasi massal demi menyabotase dan membubarkan jutaan pelayat yang hendak menghadiri upacara pemakaman nasional.
Serangan udara AS yang terjadi sepanjang malam memaksa otoritas berwenang menjadwal ulang prosesi penguburan sang Pemimpin Tertinggi di kompleks suci Makam Imam Reza menjadi pukul 14.30 waktu setempat.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menuding Washington sengaja berupaya “membayangi” kehormatan upacara duka tersebut dengan cara memutus urat nadi transportasi publik. Akibat hantaman fajar tadi, layanan kereta api rute Teheran-Mashhad lumpuh total, menyisakan ratusan penumpang dan pelayat yang telantar di stasiun.
Tidak hanya jalur menuju Mashhad, kantor berita Fars melaporkan bahwa jet tempur AS juga membom jembatan kereta api Aq Taqeh Khan di Provinsi Golestan. Jalur strategis ini merupakan rute logistik internasional krusial yang menghubungkan perdagangan Iran dengan China dan Rusia melalui wilayah Turkmenistan serta Kazakhstan.
Kementerian Luar Negeri Iran mengutuk keras agresi ini dan menyebut tindakan Washington sebagai “kejahatan perang yang nyata”. Serangan ini menandai pertama kalinya pesawat tempur AS kembali menargetkan infrastruktur jembatan Iran sejak insiden April 2026 lalu, di mana serangan ganda (double-tap strike) AS di Jembatan B1 Karaj menewaskan 8 orang dan melukai hampir 100 warga sipil.
Aksi pengeboman masif jilid dua yang berturut-turut ini dikonfirmasi langsung Presiden AS, Donald Trump. Sesaat setelah meninggalkan KTT NATO di Ankara, Turki, Trump melemparkan peringatan keras dan berdarah-dingin kepada Teheran melalui akun media sosialnya.
“Ini adalah pembalasan atas pengeboman kapal-kapal oleh Iran kemarin. Jika hal itu sampai terjadi lagi, dampaknya akan jauh lebih buruk bagi kalian!” ancam Trump menohok.
Pernyataan Trump ini menandai runtuhnya secara total nota kesepahaman (MoU) damai yang sempat ditandatangani kedua belah pihak pada Juni lalu, dan membawa kedua negara masuk ke dalam pusaran konflik militer terdahsyat sepanjang dekade ini.
Komando Pusat AS (CENTCOM) merilis data bahwa armada udara mereka berhasil menghantam sekitar 90 target militer strategis di sepanjang pesisir selatan Iran. Fasilitas yang dihancurkan meliputi sistem pertahanan udara, radar pengawas pantai, depot penyimpanan rudal dan drone, serta pangkalan angkatan laut.
Di sisi lain, otoritas pertahanan sipil Iran mengonfirmasi bahwa hantaman rudal AS semalam telah menyebar di beberapa provinsi utama, termasuk Bushehr, Hamadan, Mashhad, dan Khuzestan. Serangan tersebut mengakibatkan sedikitnya 14 orang tewas dan 78 lainnya luka-luka.






