Crispy

Tak Ada Pesta Natal dan Tahun Baru, Jerman Persiapkan Lockdown Ketat Jilid Dua

Mulai hari ini, Rabu (16/12), Jerman kembali menerapkan lockdown ketat untuk meredam penyebaran Covid-19

JERNIH– Ketika lockdown ketat pertama kali diterapkan di Jerman Maret lalu untuk meredam pandemi corona, warga ramai-ramai menyerbu supermarket, memborong dan menimbun barang yang mereka anggap penting, seperti kertas toilet, makanan jadi, bahan disinfektan maupun masker wajah.

Kali ini, mereka bereaksi lebih santai terhadap pengumuman lockdown ketat yang akan mulai diberlakukan lagi hari ini. Pusat-pusat kota memang kelihatan ramai orang yang berbelanja menjelang Natal dan Tahun Baru, tetapi tidak ada tanda-tanda kepanikan berbelanja.

“Kebanyakan orang sudah menduga akan ada pengetatan,” kata seorang perempuan yang sedang berbelanja, “Jadi orang-orang sudah berbelanja dan siap-siap sejak lama.”

“Penutupan toko-toko tidak terlalu mengejutkan, dan semua orang yang bisa berpikir logis dan melihat angka infeksi harus menerima kebijakan itu.”

“Saya mencuri waktu keluar dari dari pekerjaan selama satu jam untuk membeli lebih banyak hadiah Natal, sebelum lockdown hari Rabu,” kata seorang pembeli ketika memasuki toko meubel dan dekorasi interior besar di pinggiran kota Berlin. “Sejujurnya, saya mengira bakal ada lebih banyak orang di sini. Tapi setidaknya saya sekarang tidak perlu menunggu dalam antrean panjang di kasir.”

Saat ini toko-toko memang masih buka, dengan pembatasan jumlah pembeli sesuai aturan kesehatan yang berlaku. Tetapi mulai hari Rabu, semua toko ritel akan ditutup, kecuali supermarket yang menyediakan keperluan sehari-hari.

Salon rambut dan kecantikan yang sekarang masih beroperasi juga harus ditutup selama lockdown ketat jilid dua, yang akan berlaku sampai 10 Januari mendatang. Pegumuman ini membuat salon-salon kebanjiran pelanggan. Banyak salon yang memperpanjang jam buka sampai malam hari untuk melayani permintaan.

Tanpa pandemi corona pun, masa-masa menjelang Natal biasanya adalah masa-masa ramai di pusat-pusat perbelanjaan. Banyak orang berburu hadiah Natal untuk kerabat dan sahabat. Beberapa orang pun ya kebiasaan berburu hadiah sampai saat-saat terakhir.

“Natal semakin dekat, dan seperti setiap tahun, saya agak terlambat, tapi mudah-mudahan belum terlambat untuk mencari hadiah yang cocok,” kata seorang pembeli yang belanja dengan isterinya. “Saya malah tidak tahu bahwa mulai har Rabu ada lockdown lagi.”

“Saya tahu tentang itu,”kata istrinya. “Tapi saya memutuskan untuk tidak memberitahu dia, supaya dia tidak merasa dikejar-kejar waktu,” katanya sambil tersenyum, dan menambahkan: “Karena kami tidak bisa berbelanja banyak setelah lockdwon diberlakukan, saya akan punya banyak waktu untuk membantu suami saya, dan mungkin anak-anak juga punya waktu untuk membantu.

Menjelang Natal dan Tahun baru, biasanya warga Jerman mempersiapkan berbagai kue dan penganan, dan pada Natal mereka makan bersama selama tiga hari. Di Jerman, tanggal 25 dan 26 Desember adalah hari libur resmi, dan banyak perusahaan hanya memberlakukan setengah hari kerja pada tanggal 24 Desember. [DPA/AFP/Deutsche Welle]

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close