Crispy

Waduh! Ada Anak Kapolda Terpapar Radikalisme

“Saya dapat laporan, mohon maaf anaknya Kapolda kena (radikalisme) NII. Kenanya di mana? Di kampus”

JAKARTA – Kelompok radikal terorisme rupanya berhasil menebarkan radikalisme ke salah satu anak Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda)yang tengah berkuliah disebuah kampus yang ada di Indonesia. Hal itu diungkapkan pendiri NII Crisis Center, Ken Setiawan, di Jakarta, Rabu (3/3/2021).

Ken yang juga eks Komandan NII mengatakan, anak Kapolda itu terpapar radikalisme dari jaringan teroris Negara Islam Indonesia (NII). Meski begitu, tidak merinci anak dari Kapolda mana yang terpapar tersebut.

“Kembali mereka sudah ada di semua lini masyarakat, bukan hanya sipil. Saya dapat laporan, mohon maaf anaknya Kapolda kena (radikalisme) NII. Kenanya di mana? Di kampus,” ujarnya.

Atas hal tersebut, Ken tidak menyalahkan pihak manapun, termasuk orang tua dari si anak. Sebab kampus merupakan tempat di mana setiap akademisi dapat mengekspresikan ide-idenya.

“Karena ketika di kampus, kampus itu kan pusat ide. Orang bisa mengekspresikan idenya, ketika ide-ide (radikal) itu diterima, ide itu akan berkembang. Jadi luar biasa,” kata dia.

Selain anak Kapolda, dari laporan yang didapatnya, ada seorang Bhabinkamtibmas dan Babinsa juga ikut terpapar radikalisme.

“Bahkan ada laporan Bhabinkamtibmas yang terpapar, Babinsa yang seharusnya di garda terdepan juga terpapar,” katanya.

Menurut Ken, ini merupakan bukti bahwa siapa saja bisa terpapar radikalisme bila tidak waspada. Karenanya mendorong agar Perpres RAN PE Nomor 7/2021 bisa diefektifkan.

“Mungkin orang bisa terpapar karena melihat, secara tampilan orang ini rajin ibadah, ikut pengajiannya, lalu bagus sugestinya dengan agama,” ujar Ken.

“Ini bisa menimpa siapa saja. Jadi yang kita harus kampanye-kampanye adalah agar bagaimana nanti Perpres ini bisa efektif, supaya kita belajar agama kepada ahlinya dengan paripurna,” Ken menambahkan. [Fan]

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close