Moron

Perlawanan Iran Telah Hancurkan 16 Pangkalan Militer Amerika Serikat

Hingga awal Mei 2026, Iran telah melumatkan 16 pangkaan militer AS. Semuanya merupakan serangan balasan atas tindakan agresi AS dan Israel.

WWW.JERNIH.CO –  Dalam serangkaian serangan balasan yang terkoordinasi, Iran dilaporkan berhasil menghantam setidaknya 16 situs militer Amerika Serikat yang tersebar di delapan negara.

Serangan ini menandai salah satu tantangan terbesar bagi supremasi militer AS di kawasan tersebut dalam beberapa dekade terakhir.

Berdasarkan laporan dari berbagai sumber intelijen dan citra satelit yang dirilis pada awal Mei 2026, serangan Iran menyasar pangkalan-pangkalan strategis yang selama ini menjadi tulang punggung operasi AS di Timur Tengah. Berikut adalah estimasi 16 lokasi yang terdampak:

  1. Pangkalan Udara Al-Udeid (Qatar): Pusat komando udara AS di kawasan tersebut.
  2. Pangkalan Udara Al-Asad (Irak): Salah satu target utama yang sering menjadi sasaran rudal balistik.
  3. Pangkalan Udara Ali Al-Salem (Kuwait): Fasilitas logistik dan operasional penting.
  4. Pangkalan Udara Al-Dhafra (UEA): Lokasi penempatan jet tempur canggih F-35.
  5. Pangkalan Angkatan Laut NSA Bahrain (Bahrain): Markas Armada ke-5 AS.
  6. Pangkalan Udara Prince Sultan (Arab Saudi): Pusat pertahanan rudal Patriot.
  7. Pangkalan Udara Muwaffaq Salti (Yordania): Digunakan untuk operasi pengintaian.
  8. Pangkalan Al-Tanf (Suriah): Pos terdepan di perbatasan strategis.
  9. Fasilitas Militer Thumrait (Oman): Lokasi penyimpanan logistik jarak jauh.
  10. Pangkalan Udara Harir (Kurdistan Irak): Pangkalan udara di wilayah utara.
  11. Pangkalan Camp Arifjan (Kuwait): Pusat administrasi dan logistik darat.
  12. Pangkalan Udara Sheikh Isa (Bahrain): Fasilitas pendukung operasi udara.
  13. Pangkalan Udara Al-Minhad (UEA): Digunakan untuk koordinasi internasional.
  14. Situs Radar di Gunung Harun (Israel/Regional): Sistem peringatan dini.
  15. Pangkalan Logistik Pelabuhan Duqm (Oman): Fasilitas perbaikan kapal perang.
  16. Pangkalan Komunikasi Strategis (Yordania): Hub komunikasi satelit militer.

Laporan menyebutkan bahwa tingkat kerusakan sangat bervariasi, namun secara keseluruhan berdampak signifikan pada kesiapan tempur AS. Beberapa titik utama mengalami kondisi yang disebut “virtually unusable” atau hampir tidak bisa digunakan lagi.

Target utama Iran bukan hanya jumlah personel, melainkan aset-aset bernilai tinggi yang sulit diganti dengan cepat. Citra satelit menunjukkan kehancuran pada sistem radar canggih, infrastruktur komunikasi, hanggar pesawat, serta landasan pacu.

Di pangkalan tertentu, gudang amunisi dan pusat komando dilaporkan rata dengan tanah. Kerugian finansial diperkirakan mencapai 40 hingga 50 miliar dolar AS, jauh melampaui estimasi awal Pentagon.

Keberhasilan Iran menembus sistem pertahanan udara AS (seperti Patriot dan THAAD) disebabkan oleh taktik serangan jenuh (saturation attack) dan penggunaan teknologi rudal terbaru:

  • Rudal Balistik Hipersonik: Digunakan untuk menembus perisai udara dalam hitungan menit sebelum sistem pertahanan sempat bereaksi.
  • Drone Kamikaze (Shahed Series): Diluncurkan dalam kawanan besar (swarms) untuk membingungkan radar dan menguras persediaan rudal pencegat AS yang mahal.
  • Rudal Jelajah Presisi Tinggi: Menyasar titik spesifik seperti antena radar dan pusat pembangkit listrik di dalam pangkalan.
  • Serangan Siber Terkoordinasi: Dilaporkan terjadi gangguan pada sistem navigasi GPS sesaat sebelum rudal mendarat, yang mempersulit upaya intersepsi.(*)

BACA JUGA: Sang Veteran Pulang Kandang Babak Belur, Kisah Dramatis KC-135R USAF Bertahan dari Hujan Rudal Iran

Back to top button