Politeia

Pemburu Tommy Soeharto Itu Kini Calon Tunggal Kapolri

JAKARTA – “Saya siap menjalankan amanah ini, bismillahi tawakkaltu. Saya mohon doa restu, kemungkinan minggu depan akan dilakukan fit and proper test. Saat ini saya sedang menyiapkan diri,”.

Kata-kata itu yang diutarakan Komjen Pol Idham Azis, merupakan calon tunggal Kepala Kepolisian RI (Kapolri) pengganti Jenderal Pol Tito Karnavian, yang saat ini telah didapuk menjadi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) pada Kabinet Indonesia Maju.

Jika melihat prestasinya. Pria kelahiran Kendari, Sulawesi Tenggara, 30 Januari 1963 itu ternyata pernah kerja bareng dengan Tito Karnavian, yakni sebagai anggota tim kobra.

Tugasnya adalah memburu dan menangkap “Pangeran Cendana” Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto. Hal itu terkait kasus pembunuhan hakim agung Syafiuddin Kartasasmita pada 7 Agustus 2000 yang ketika itu melibatkan Tommy. Alhasil Tommy divonis 10 tahun penjara dan menjalani hukuman di Nusakambangan.

Tak hanya itu, kasus besar lain yang ditanganinya, ialah ketika menjabat kepala Unit Pemeriksaan Sub Detasemen Investigasi Densus 88 pada Bom Bali II. Serangan teroris yang dilakukan oleh jaringan Jemaah Islamiyah tersebut menghilangkan nyawa sebanyak 23 orang dan 196 orang luka-luka. Dengan tiga lokasi ledakan yang berbeda yakni Kafe Menega (Jimbaran), Kafe Nyoman (Jimbaran), dan Restoran RAJA (Kuta Square). Kejadian itu terjadi pada 1 Oktober 2005.

“Sebanyak 15 orang WNI, 4 warga negara Australia, 1 warga negara Jepang, dan 3 pelaku bom bunuh diri bernama Muhammad Salik Firdaus, Misno alias Wisnu, dan Ayib Hidayat,” seperti dikutip wikipedia.org.

Bersama Densus 88, pada 9 November 2005, buronan asal Malaysia Dr. Azahari yang merupakan dalang dan pembuat bom dalam serangan Bom Bali II berhasil dilumpuhkan di sebuah vila di Kota Batu, Malang, yang merupakan lokasi persembunyian terduga teroris.

Selain berhasil menuntaskan insiden Bom Bali II, alumni Akpol 1988 itu juga turut dalam Operasi Anti-Teror Bakreskrim Poso pada 2005-2007. Karenanya, atas prestasi tersebut membuat Idham dianugerahi kenaikan pangkat luar biasa.

Jika melihat dari riwayat jabatannya, Idham pernah bertugas sebagai Kapolda Sulawesi Tengah, Wakil Kepala Densus 88, Kapolda Metro Jaya, Direktur Tindak Pidana Korupsi Badan Reserse Kriminal Polri, Kepala Divisi Profesi & Pengamanan Polri, Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, dan masih banyak pengalaman lainnya.

Melihat pengalaman itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) percaya jika nama Idham Azis sebagai calon tunggal Kapolri pengganti Tito Karnavian, yang diajukan ke DPR

“Sudah diajukan ke DPR, Pak Idham Azis. Hanya satu calon” katanya di Jakarta, Rabu (23/10/2019).

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close