Crispy

Ananda Mikola Jadi Dirut Sirkuit Mandalika

Mantan pembalap nasional putra legendaris Tinton Soepraprto didaulat jadi orang nomor satu Sirkuit Mandalika. Apa pekerjaan rumahnya?

WWW.JERNIH.CO –  Mantan pembalap nasional, Ananda Mikola Soeprapto, resmi ditunjuk sebagai Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA). MGPA merupakan anak perusahaan InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) yang bertanggung jawab mengelola Pertamina Mandalika International Circuit di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Dalam keterangan resmi yang dirilis di Jakarta pada Rabu, disebutkan bahwa penunjukan ini adalah langkah strategis MGPA untuk memperkuat manajemen sirkuit serta mengakselerasi pengembangan ekosistem motorsport, baik di level nasional maupun internasional.

 “Saya berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Mandalika memiliki potensi besar untuk terus berkembang sebagai pusat motorsport dunia,” ujar Ananda.

Ananda Mikola merupakan sosok yang sudah sangat akrab dengan lintasan balap sejak dini. Lahir di Jakarta pada 27 April 1980, bakat otomotifnya diwarisi dari sang ayah, pembalap legendaris Tinton Soeprapto. Juga kakak dari Moreno Soeprapto, yang anggota DPR RI dari Partai Gerindra.

Perjalanan kariernya dimulai pada awal 1990-an di kancah nasional sebelum akhirnya merambah panggung internasional melalui ajang bergengsi seperti Italian Formula 3, Formula 3000, hingga World Series Lights. Salah satu pencapaian puncaknya adalah ketika ia mewakili A1 Team Indonesia dan berhasil meraih gelar juara Asia Formula 3 pada tahun 2005.

Selain prestasi gemilang di balik kemudi, Ananda memiliki rekam jejak manajerial yang sangat mumpuni di dunia otomotif tanah air. Ia pernah mengemban amanah sebagai Direktur Sirkuit Sentul serta sukses menjadi Ketua Pelaksana Jakarta E-Prix (Formula E) 2023.

Saat ini, ia juga aktif menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Olahraga Prestasi di Ikatan Motor Indonesia (IMI), di mana ia membawahi 11 bidang olahraga otomotif sekaligus fokus membina talenta pembalap muda guna menjadikan Indonesia sebagai barometer motorsport di Asia.

Tantangan utama Mandalika saat ini adalah menjaga keberlanjutan operasional dengan memperbanyak agenda balapan di tingkat regional dan nasional. Mandalika perlu lebih agresif menarik ajang kelas menengah seperti Asia Road Racing Championship (ARRC) atau balapan GT Asia guna mengisi kekosongan jadwal di antara gelaran utama MotoGP. Strategi ini sangat krusial agar sirkuit tetap aktif sepanjang tahun, sekaligus memperkuat posisi Mandalika sebagai pusat motorsport di kawasan Asia Tenggara.

Di sisi lain, hambatan logistik dan tingginya biaya pengiriman kendaraan ke Lombok menjadi kendala serius bagi kemajuan kompetisi nasional. Untuk mengatasinya, pemerintah dan pengelola perlu bersinergi dengan BUMN logistik guna menyediakan subsidi atau paket pengiriman khusus yang lebih terjangkau bagi para pembalap.

Selain itu, pembangunan pusat pelatihan atau racing academy permanen menjadi langkah strategis agar sirkuit dapat digunakan setiap hari sebagai tempat pembinaan talenta muda, bukan hanya sekadar menjadi panggung megah saat akhir pekan balapan saja.(*)

BACA JUGA: Produk Pesantren Jabar Ini Laris Manis di Ajang MotoGP Mandalika

Back to top button