Moron

Istana Gerak Cepat Terima 8 Dubes yang Telantar 8 Bulan

Setelah dikritik oleh Dino Patti Djalal karena membiarkan belasan duta besar asing “terdampar” hingga 8 bulan tanpa kejelasan, Presiden Prabowo mendadak menggelar upacara penyerahan surat kepercayaan di Istana Merdeka.

WWW.JERNIH.CO –  Sempat jadi isu hangat mengenai tertundanya prosesi penyerahan surat kepercayaan (letter of credentials) dari para duta besar (Dubes) negara sahabat ke presiden. Polemik ini memuncak setelah mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, melemparkan kritik terbuka ke publik.

Namun, pada Senin, 8 Juni 2026, teka-teki tersebut terjawab saat Presiden Prabowo resmi menerima 8 Dubes asing di Istana Merdeka, Jakarta.

Spekulasi bahwa Istana bergerak cepat karena dikritik oleh Dino Patti Djalal memang tidak bisa dihindari secara lini masa. Melalui akun media sosialnya pada Rabu, 3 Juni 2026, Dino mengungkapkan keprihatinannya mengenai nasib belasan calon dubes asing yang “terdampar” di Jakarta.

Dino menyebut bahwa penundaan yang terlalu lama dapat memberikan kesan kurang baik serta berdampak pada reputasi diplomatik Indonesia di mata internasional. Sebab, tanpa penyerahan surat kepercayaan ini, para diplomat tersebut tidak bisa bekerja secara resmi.

Hanya berselang beberapa hari setelah kritik tersebut viral, Istana langsung menjadwalkan upacara penyerahan kredensial pada Senin, 8 Juni 2026. Meski momennya berdekatan, pihak Istana membantah bahwa agenda ini dilakukan secara mendadak akibat desakan pihak luar.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa penerimaan surat kepercayaan ini sebenarnya sudah direncanakan sejak jauh hari. Penundaan yang terjadi murni karena masalah pengaturan waktu dan kesibukan agenda kepala negara. Istana sengaja menggelar acara tersebut secara serentak bersamaan dengan agenda pelantikan pejabat negara lainnya demi efisiensi dan keseragaman waktu.

Menurut informasi yang diungkapkan oleh Dino Patti Djalal, durasi menunggu para dubes asing ini bervariasi dan cukup signifikan untuk ukuran protokol diplomatik. Rentangnya mulai 6 hingga 8 Bulan. Beberapa duta besar diketahui sudah berada di Jakarta dan menunggu giliran hingga 8 bulan.

Utusan dari negara kawasan Asia Tenggara (ASEAN) bahkan tercatat ada yang harus menunggu hingga 6 bulan lamanya sebelum akhirnya bisa menghadap langsung ke Presiden Prabowo.

Dalam upacara resmi yang berjalan dengan khidmat di Istana Merdeka, Presiden Prabowo Subianto menerima surat kepercayaan dari delapan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Designate Resident dan Non-Resident. Para diplomat senior dari negara sahabat yang resmi memulai tugasnya di Indonesia ini adalah Sumadhurika Sashikala Premawardhane dari Republik Sosialis Demokratik Sri Lanka, Christopher Baltazar Montero dari Republik Filipina, Yoon Soongu dari Republik Korea (Korea Selatan), dan Petr Kopřiva dari Republik Ceko.

Selain keempat utusan tersebut, prosesi penyerahan surat kepercayaan ini juga diikuti oleh empat duta besar lainnya dari berbagai kawasan dunia. Mereka adalah Abdalfatah Ahmed Khalil Alsattari dari Negara Palestina, Dimitrios Michalopoulos dari Republik Yunani, Salam Al Achkar dari Republik Lebanon, serta Menissa Rambally selaku perwakilan dari Saint Lucia dengan status Designate Non-Resident.(*)

BACA JUGA: Siap-siap Ketua Partai Buruh Said Iqbal Gabung ke Istana

Back to top button