Inter Milan Segel Gelar Scudetto ke-21 Musim 2025/2026

Inter Milan mengunci takhta juara Serie A musim 2025/2026 pada pekan ke-35. Di bawah tangan dingin pelatih baru dan performa gemilang sang kapten Lautaro Martínez, Il Nerazzurri tampil tak terhentikan melampaui para pesaing terberatnya.
WWW.JERNIH.CO – Milan kembali membiru! Pada tanggal 3 Mei 2026, Inter Milan secara resmi menasbihkan diri sebagai raja sepak bola Italia setelah mengunci gelar juara Serie A musim 2025/2026. Kepastian ini didapat usai Il Nerazzurri menumbangkan Parma dengan skor 2-0 di Stadion Giuseppe Meazza lewat gol dari Marcus Thuram dan Henrikh Mkhitaryan.
Keberhasilan musim ini menandai gelar Scudetto ke-21 bagi Inter Milan. Dengan raihan ini, Inter semakin kokoh sebagai tim kedua dengan koleksi bintang terbanyak di Italia, melampaui rival sekota AC Milan.
Ini adalah gelar liga ketiga mereka dalam enam musim terakhir, membuktikan dominasi yang konsisten di kancah domestik meski sempat mengalami pergantian kepemimpinan dari Simone Inzaghi ke Chivu di awal musim. Sebelum keberhasilan mereka mengunci gelar pada Mei 2026 ini, Inter Milan terakhir kali meraih Scudetto pada musim 2023/2024.
Inter memiliki margin 12 poin dari Napoli di posisi kedua dan 15 poin dari AC Milan di posisi ketiga dengan hanya tiga pertandingan tersisa, sehingga posisi mereka secara matematis tidak mungkin lagi terkejar.

Keberhasilan Inter musim ini sering dikaitkan dengan “Sentuhan Dingin” Cristian Chivu. Ia tidak merombak total fondasi 3-5-2 yang sudah ada, namun memberikan modifikasi taktis.
Chivu memperkenalkan sistem tekanan tinggi yang dipicu oleh momen-momen tertentu (triger), membuat lawan kesulitan membangun serangan dari belakang. Gelandang Inter diberi kebebasan untuk bertukar posisi, menciptakan kebingungan bagi sistem man-marking lawan.
Inter menjadi tim dengan jumlah umpan silang akurat tertinggi di Eropa, mengandalkan Federico Dimarco sebagai motor serangan utama dari sisi kiri.
Beberapa nama krusial menjadi kunci di balik kesuksesan Inter Milan musim ini, terutama di lini serang dan kepemimpinan tim. Lautaro Martínez, sang kapten sekaligus mesin gol, berhasil membuktikan kelasnya sebagai pemimpin sejati di lapangan dengan menyabet gelar top skor liga melalui koleksi 16 gol.
Keberhasilan ini didukung oleh performa impresif Ange-Yoan Bonny, pemain baru yang didatangkan dari Parma, yang mampu memberikan kejutan besar bagi publik San Siro lewat kontribusi gol-gol krusialnya pada momen penting.
Di sektor pertahanan dan stabilitas permainan, peran Nicolò Barella dan Alessandro Bastoni menjadi tidak tergantikan bagi strategi tim. Barella bertindak sebagai jantung permainan di lini tengah yang bekerja tanpa lelah menjaga keseimbangan transisi saat bertahan maupun menyerang.

Sementara itu, Bastoni kembali menunjukkan identitasnya sebagai bek modern yang tidak hanya kokoh dalam menjaga area pertahanan, tetapi juga memiliki visi bermain tinggi yang memungkinkannya sering merangsek ke depan untuk membantu menginisiasi serangan.
Inter Milan tampil sangat dominan sejak pekan pertama, yang terbukti secara statistik hingga gelar resmi dikunci pada pekan ke-35 dengan raihan 25 kemenangan, 4 hasil seri, dan hanya 6 kali kalah, sehingga total koleksi 79 poin tersebut menjadi penegasan bahwa mereka memang sangat layak menyandang status sebagai juara musim ini.
Perjalanan Inter tidaklah mudah. Mereka terus dibayangi oleh SSC Napoli (Juara Bertahan) yang sempat menempel ketat hingga pertengahan musim. Selain itu, AC Milan dan Juventus tetap menjadi ancaman serius, bahkan AC Milan sempat mengalahkan Inter dua kali musim ini. Namun, konsistensi Inter melawan tim-tim papan tengah dan bawah menjadi pembeda utama yang membawa mereka ke tangga juara.
Dengan koleksi Scudetto ke-21 ini, Inter Milan kini bersiap menatap babak baru, termasuk final Coppa Italia, dengan ambisi untuk meraih double winners musim ini.(*)
BACA JUGA: Ditahan Imbang Verona, Inter Milan Gagal Raih 3 Poin di Markas Lawan






