CrispyDesportare

Mantan Bintang Juventus dan Inter Milan Dibekuk Polisi Akibat Tanam Ganja

  • Semula, polisi curiga Luigi Sartor hanya mencuri listrik.
  • Ternyata, dia menyedot banyak setrum untuk menanam ganja di rumah kaca.
  • Ganja butuh banyak cahaya, karena biasa tumbuh di daerah tropis.

JERNIH –– Luigi Sartor, mantan bintang Inter Milan, Juventus, dan Parma, ditangkap polisi militer Italia setelah diketahui menanam 106 pohon ganja di rumah kaca di kawasan pegunungan Propinsi Parma.

Sartor ditangkap bersama empat kaki tangannya. Polisi menyegel rumahnya, dan mencabut semua pohon ganja sebagai barang bukti.

Sky Sport Italia memberitakan Sartor kini berada di tahanan pengadilan, setelah menolak menjawab pertanyaan saat interogasi.

La Gazzetta dello Sport melaporkan Sartor ditahan bersama Marco Mantovani, yang membantu menanam banyak ganja untuk menghasilkan dua kilogram ganja kering siap konsumsi.

Rumah Sartor di kawasan pegunungan Propinsi Parma telah lama menjadi sasaran investigasi. Dimulai dari kecurigaan warga yang mencium bau tertentu dari rumah itu.

Di dalam rumah, Sartor membudi-dayakan ganja sistem rumah kaca. Tanaman ganja butuh pencahayaan yang kuat agar seperti di daerah tropis, dan Sartor mencuri listrik untuk menyinari tanaman ganja.

Semula polisi menduga Sartos hanya mencuri listrik. Polisi mesang kamera tersembunyi di samping rumahnya, dan mencatat semua aktivitas orang-orang di rumah itu.

Kecurigaan polisi bukan lagi pencurian listrik, tapi bau tertentu. Bau berasal dari timbunan daun ganja dalam jumlah besar di dalam gudang.

Sartor memulai karier sebagai pemain profesional bersama Juventus tahun 1992. Ia pindan ke Vicenza, Inter Milan, Parma, Roma, dan beberapa klub lain.

Sepanjang kariernya, Sartor memperkuat sebelas klub. Ia memenangkan Piala UEFA tiga kali bersama Juventus, Parma, dan Inter Milan.

Sebagai fullback, ia sempat memperkuat timnas Italia. Ia memperkuat Italia di Olimpiade 1996, dan pensiun 2009.

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close